hubungan Internet terhadap perilaku dan aspek kognitif seseorang

Beberapa bulan lalu nama Sinta & Jojo mungkin bukanlah nama yang familiar ditelinga masyarakat Indonesia. Namun kini hanya dalam waktu singkat nama keduanya langsung meroket setelah mereka mengunggah video mereka yang me-lipsing lagu dangdut berjudul keong racun. Mediapun berulang kali memuat pemberitaan tentang mereka sehingga makin membuat mereka populer. Masyarakatpun yang melihat fenomena ini jadi semakin tertarik untuk meniru cara mereka ini. ”iseng – iseng berhadiah” mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkannya, tapi fakta yang terjadi sekarang justru agak bergeser dari ungkapan itu, karena banyak orang justru menjadikan cara ini sebagai cara favorit. Tidak heran ini terjadi karena keberuntungan seperti ini bukan saja terjadi pada Sinta & Jojo. Sebelumnya sudah lebih dahulu sukses dari bantuan dunia maya / internet adalah Raditya Dika dengan blog komedinya, Ririn Dumin dengan video obsesi lolos audisinya, bottle & smokers dengan musik remix alternatifnya, untuk kalangan internasional kita bisa menyebut Justin Bieber yang kini menjadi idola banyak remaja diseluruh dunia.
Kini kita bisa melihat ribuan foto, video, demo musik dan lain – lain di situs internet yang merupakan hasil dari unggahan banyak orang dengan harapan bisa mendapat keberuntungan bisa terkenal dan meraup uang banyak. Disatu sisi ini memang baik, namun disisi lain hal ini sangat berdampak buruk pada kondisi psikis seseorang , dimana seseorang akan menganggap remeh sesuatu seolah dialah yang terbaik dan paling layak untuk berhasil. Hal ini tentunya berbahaya untuk perkembangan aspek kognitif seseorang, karena dengan demikian maka akan timbul pemikiran bahwa orang lain tidak lebih baik darinya yang kemudian akan menghambat keinginan untuk belajar. Hal ini marak terjadi dikalangan remaja, karena masa remaja adalah masa dimana sesorang ingin banyak diperhatikan dan memperhatikan, juga didukung oleh keberanian mengambil resiko besar tanpa memikirkan lebih jauh tanggung jawab yang akan diembannya.
Dinegara Amerika Serikat banyak ditenukan kasus dimana banyak remaja yang berulangkali gagal dan tak mampu menyikapi kegagalan mereka dalam mengejar cita – cita, kemudian mereka mengambil jalan keluar yang buruk dengan mengkonsumsi alkohol dan menghisap ganja dengan harapan bisa menenangkan diri mereka. Hal ini bukan tidak mungkin akan terjadi di Indonesia, mengingat sesungguhnya pengaruh globalisasi membuat banyaknya kesamaan cara berpikir orang – orang diseluruh dunia. Maka dari itu yang masih mungkin kita lakukan adalah mengarahkan orang lain yang belum mengerti untuk bisa memahami sebuah fenomena dan menyikapinya dengan tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s