Buku Madilog

BUKU MADILOG,
Terbitan Wijaya,
1951, 410 hal. Ajaran Tan
Malaka bertumpu
pada buku
Madilog,
(MATERIALISME-
DIALEKTIKA- LOGIKA) yang
ditulis tahun
1942, pada masa
okupasi jepang,
disebuah rumah
dikawasan Kalibata, Jakarta.
Buku Madilog ini
ditulis selama
tiga jam sehari,
atau 720 Jam,
atau sama dengan 8 Bulan. MADILOG adalah
cara berpikir dan
pandangan hidup
untuk menjawab
persoalan-
persoalan yang timbul dalam
masyarakat
tanpa dogma.
Tan Malaka
adalah Penganut
Marx-Engels dan Leninisme tanpa
membuta atau
berpikir
melaksanakan
prinsip-
prinsipnya. Ia menentang
dogmatisme dan
revisionisme tdk
hanya dalam
kata-kata tetapi
juga dalam perbuatan dan
dalam
pembuktian.
Tidak ada beda
antara teori
yang diucapkan dengan
perbuatan.
Dengan demikian,
seseorang akan
menjadi
intelektual aktif yang tidak
memungkinkan ia
menjadi dogmatis
atau bermental
budak, karena
intelektual aktif menjadi orang
kreatif dan
menghargai
kebebasan
berpikir. Menurut
Tan Malaka orang yang
bermental budak
akan menjadi
intelektual pasif
yang tidak akan
mampu memerdekakan
dirinya 100%.
Penekanannya
adalah pada cara
berpikir. Menurut
Tan Malaka, dari cara orang
berpikir itu
dapat diduga
filsafatnya dan
dari filsafatnya
dapat diketahui cara dan dengan
metode apa
seseorang
sampai kefilsafat
itu. Dalam Madilog,
‘Matter’
diterjemahkan
dengan Benda
(Kebendaan,
Materialisme), ‘Dialektika’
dengan
pertentangan
atau
pergerakan,
sedangkan ‘Logika’ dengan
hukum berpikir.
Madilog adalah
hasil pemikiran
terbaik Tan
Malaka, paling orisinil, berbobot,
dan sangat
brilian. Tan
Malaka dengan
berani
menganalisa nasib bangsa
Indonesia yang
malang dan dari
situ ia mencari
jalan keluar dari
nasib buruk itu. Pertanyaan
pertamanya ialah
mengapa bangsa
Indonesia sampai
terjajah begitu
lama?…. Jawaban Tan
Malaka adalah
‘Feodalisme dan
Kolonialisme’.
Sebelum mereka
diperbudak dan dijajah oleh kaum
kolonialis dengan
sistem
kapitalisnya,
Bangsa Indonesia
mengalami perbudakan
dengan sistem
Feodal mereka
sendiri.
Feodalisme itu
adalah biang keladi utama
yang
menyebabkan
bangsa ini
mempunyai
riwayat perbudakan yang
begitu lama.
Feodalisme telah
melahirkan
mental budak
yang mendorong orang berpikir
pasif atau takut
berpikir yang
menjadikan
mereka mudah
pasrah dan mudah menyerah
pada nasib. Tan
Malaka
menginginkan
agar bangsa
Indonesia menyingkirkan
feodalisme, kalau
tidak sistem
feodalisme akan
memungkinkan
datangnya penjajah asing.
Jika hal ini
berhasil, maka
bangsa Indonesia
telah sukses
memerdekakan dirinya secara
total dan penuh,
baik dalam
bidang politik,
ekonomi, sosial-
budaya, dan juga mentalnya. segera cari buku
ini, dan kau akan
mengetahui
mengapa
Indonesia bisa
menjadi seperti sekarang ini
Oleh : Pondok
Maharta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s