Kami adalah kalangan yang spesial

Jam menunjukan pukul 11.00 WIB 15 November 2010, aku mulai jenuh dengan presentasi assessment dari kelompok lain yang mulai tertebak akan kemana presentasi itu. Akupun tak tertarik untuk menanggapi, padahal biasanya aku selalu berusaha menggali informasi dari tiap presentasi.
Tak lama akhirnya presentasi itu selesai, Bu Trida langsung membuka materi perkuliahan untuk hari ini. “Hari ini kita akan membahas tentang tes intelegensi’. Seketika personil kelas itu mulai membuka buku ataupun fotokopian materi hari ini. Buku tebal berwarna ungu dihalaman 174 kubuka dengan sangat semangat, ya benar aku selalu bersemangat membuka buku tebal ini, karena didalamnya selalu terbaca bahasa yang sangat sulit dipahami tapi aku suka.
Alfred Binet adalah gambar tokoh yang terpampang pada halaman itu. Dia adalah pelopor tes intelegensi. Tapi aku tak akan membahas apa saja yang dilakukan Binet dalam tes itu. Aku lebih tertarik membahas apa yang dikatakan Bu Trida seputar tes intelegensi.
Dikelas calon psikolog itu Bu Trida banyak sekali menyinggung masalah etika dalam melakukan tes intelegensi, diantaranya adalah kami para calon penguji tes intelegensi tidak diperkenankan untuk memberi tahu kepada masyarakat umum mengenai cara menjawab pertanyaan dalam tes intelegensi, tujuannya agar didapat jawaban yang murni dari orang yang di tes tersebut. Karena banyak kasus dimana para peserta tes sudah tau harus menjawab apa, sehingga banyak kegagalan. Berdasrkan penjelasan beliau, untuk mendapatkan hasil yang “asli” maka tes intelegensi juga harus dilakukan secara cepat diwaktu yang tidak terputus, tujuannya adalah supaya peserta tes tidak melakukan “learning” atau pembelajaran.
Dalam kesempatan itu Bu Trida juga mengingatkan kami agar lebih hati – hati dalam mengikuti pelatihan ataupun seminar yang bertemakan psikologi. Kami diminta untuk terlebih dahulu melihat orang yang menyelenggarakan acara tersebut terutama pembicaranya,kami harus memastikan bahwa orang tersebut memang berlatar belakan psikologi atau setidaknya terdaftar di HIMPSI. Karena legalitas (reliable) dari acara tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Beliau berkata demikian dikarenakan ada training yang baru – baru ini dilaksanakan di Kampus Negeri dekat kampus kami yang menyelenggarakan acara demikian namun diusung oleh orang yang bukan berlatar belakang psikologi.
Sama halnya denagan buku – buku yang beredar dipasaran yang bertemakan tes intelegensi, kami diminta agar tidak mempercayai buku itu karena buku seperti itu dipastikan bukan ditulis oleh orang berlatar belakang psikologi. Karena kembali lagi pada etika psikologi yang tidak dperbolehkan memberi tahu ke khalayak umum mengenai tes intelegensi.
So, we are really special, because we know something that important & secret. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s