Pasif-ku

Harus gw akui bahwa rasa suka sama dia mulai tumbuh, walaupun awalnya cuma karena sering diisengin temen – temen aja.
Ga pernah kebayang gw bisa suka sama orang yg hobinya agak mirip sama diri gw sendiri, yaitu nulis. Karna buat gw tulisan adalah gambaran kepribadian penulisnya.
Gw memilih untuk ga bertanya info apapun ke orang sekitarnya, karna dari tulisannya gw bisa banyak tau tentang dia.
Tapi sayangnya rasa suka gw memudar dengan sendirinya setelah baca blog dia yg ngebahas seseorang, yg sepertinya adalah mantannya. Dari tulisan itu gw tau dia masih sayang sama orang yg dia maksud. Dan buat gw itu sangat tidak layak untuk diperjuangkan. It’s not my fight.
Saat gw ngetik curhatan gw ini langsung keinget sama wajahnya yg lagi senyum didepan kelas pas gw baru nyampe kampus.
Ya dia cantik, ya dia baik, ya dia pinter.. Tapi dia bukan untuk gw.
Gw yg ga pernah bisa menggombal, gw yg ga bisa romantis dan gw yg ga bisa tenang kalau dia didekat gw.
Seandainyapun dia suka sama gw, akan sangat menyakitkan untuk menerima kenyataan bahwa gw dan dia ga akan bisa selamanya bareng. Alesan klasik selalu membayangi, yaitu Perbedaan keyakinan.
ya sudahlah, gw sayang dia tapi gw juga harus sadar sampai mana batesnya gw boleh sayang dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s