Logika Vs Perasaan

Entah sudah berapa kali terbesit dipikiranku untuk mengakhiri ini semua. Sulit untuk mengatakannya, jelas ini karna aku memang mencintainya.
Tapi apalah artinya cinta kalau sudah melanggar prinsip ? atau mungkin sebaliknya, apalah artinya prinsip kalau sudah cinta?
Keduanya terus berputar di lobus temporal, membuat semua menjadi sangat membingungkan. Ketika semua sudah tercampur aduk sampai aku tak tau harus senang atau sedih, disanalah logika mulai bertarung dengan perasaan.
ketika logika berkata, “ada yang salah dengan semua ini” , lalu perasaan-pun ikut berujar, “ini bukan tentang benar atau salah, ini adalah tentang kasih”. Akhirnya ronde pertama dimenangkan oleh perasaan.
Akupun kembali seperti biasa menjalani hari dengannya sampai akhirnya ia mengatakan sesuatu yang kembali mengusik pikiranku.. Ronde kedua dimulai ! kali ini logika datang dengan kekuatan penuh, diapun kembali berujar, “bagaimana jadinya kalau hidup dengan cara seperti itu?” sebuah pertanyaan yang langsung memojokkan perasaan, perasaanpun hanya mampu berkata, “yang dia lakukan hanya berkata jujur, hargailah kejujurannya”. kali ini Logika menang mutlak.
Berkali – kali pertarungan Logika dan perasaan terjadi, memang perasaan yang paling sering menang, tapi tiap kali Logika menang, dia menang dengan mutlak. Akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri semua ini, setidaknya sampai Perasaan kembali datang dengan kekuatan yang lebih kuat lagi dan itupun kalau aku dan dia belum menemukan pengganti masing – masing dari kami.
“Bersikap terbuka tanpa mengorbankan prinsip”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s