1 pekan

Kali ini aku ingin merangkum cerita tentang kejadian – kejadian dalam kurun waktu 1 minggu ini, seperti biasanya semua isi cerita ini adalah fakta yang memang aku alami sendiri. Ada tawa, haru, tangis, sesal dan bangga.
20 April 2011
Pagi itu penuh dengan rasa was – was karena UTS hari itu adalah Filsafat Manusia, bukan karna mata kuliah ini sulit namun justru karena aku sangat suka dengan pelajaran ini, dan aku selalu berjanji dalam hatiku untuk dapat nilai yang baik di pelajaran yang aku sukai. Ya begitulah tiap kali aku menghadapi mata kuliah yang aku sukai.. heheheh pasti banyak yang heran. Pagi itu hanya sekitar 1 jam aku membaca materi yang ada, lalu kulanjutkan belajarnya dikampus karena sudah janji dengan temanku Fё untuk datang jam 11 walaupun ujian baru mulai jam 1 siang, dia bilang ada yang mau ditanyakan tentang materi FilMan, ya dia adalah orang yang sering mempercayaiku untuk jadi tempat bertanya walaupun sebenarnya dia adalah orang yang pintar. Sesampainya dikampus belum ada satupun temanku yang sampai dikampus itu termasuk Fё. Sekitar 40 menit barulah teman – temanku ramai berdatangan, begitupun Fё yang langsung menyambar dengan pertanyaan – pertanyaannya tentang Sigmund Freud yang selalu kujawab dengan santai dan tenang agar dia juga ikut tenang, karena sedari awal dia seperti habis dikejar setan.
Ujianpun dimulai, begitu kertas soal dibagikan hampir semua mahasiswa diruang itu menjerit kaget karena soal yang ada berbeda dari kisi – kisi yang diberikan. Entah mereka hanya pura – pura atau tidak yang jelas aku merasa biasa saja dan tetap pede saat mengerjakan.
Usai ujian aku dan kawan – kawanku pergi ke Detos untuk refreshing, kami makan dan nonton film bareng sampai jam 6 sore, kemudian dilanjutkan dengan karaokean di Margo City. Seperti biasanya kalau karaokean maka yang paling sering memegang mic adalah aku dan Aris, kami seperti penyanyi duo yang gagal total tiap kali tampil, selayaknya penyanyi professional kami menggunakan suara satu – dua agar ada harmonisasi suara, namun selalu gagal karna tempo yang jarang tepat.. huuhh sudahlah.. haha..
Usai berkaraoke kamipun pulang, kira – kira jam 8 malam barulah kami pulang. Aku mengantarkan Tika sampai rumahnya. Tidak ada yang berbeda dengan kami walau kami sudah putus, kami masih bisa ngobrol, tertawa bersama dan sebagainya. Akupun senang dengan hal ini, karena kami masih bisa berteman. Jadi ungkapan bahwa orang yang sudah putus pasti akan saling benci adalah salah.
21 April 2011
Hari kartini !!
Anak – anak SD seperti biasanya merayakannya dengan mengenakan pakaian adat, entah apa maksudnya yang jelas hal ini sangat menyenangkan untuk dilihat.
Kebetulan hari itu adalah Kamis Putih, yaitu peringatan malam perjamuan terakhir sebelum Yesus di-Salib , aku dan kaka-ku misa pukul 5.30 sore di Gereja Santo Matius. Hari itu umat yang hadir sangat ramai, mungkin karena sudah jam pulang kerja sehingga semua anggota keluarga bisa ikut misa. Aku bangga dengan Gereja-ku ini selain karena bentuknya yang unik mirip topi pesulap, juga karena umat di Gereja- ku ini selalu antusias untuk misa, buktinya adalah 1 jam sebelum misa dimulai umat sudah lebih dari setengahnya yang datang termsuk aku dan kaka-ku. Aku juga selalu merasa nyaman disini, aku tak perlu memikirkan ancaman bom yang marak terjadi disetiap hari besar.. terima kasih Tuhan.. 
Pulang dari misa ternyata abang-ku sudah datang kerumah. Abangku adalah seorang pegawai BMKG yang bertugas dibandara Cilik Riwut – Palangkaraya, dia terakhir kali datang adalah tahun lalu. Seperti biasanya dia akan mentraktir kita semua, saat itu sepupu kecil kami juga datang mungkin karena sudah lama tidakk ketemu jadi merekapun kangen. Pokonya malam itu kami semua kenyang😀
22 April 2011
Jum’at Agung.. peringatan wafatnya Yesus Kristus.
Jam 7 pagi Tablo Jalan Salib diadakan di Gereja kami. Drama sengsara Yesus ini sangat menyentuh, apalagi pemeran – pemeran dalam drama ini sangat total dalam menjalankan perannya, sehingga tidak sedikit umat yang datang langsung menangis karena terbawa cerita ini, begitupun aku. Aku bisa merasakan bagaimana perasaan pengikut – pengikut Yesus di jaman-Nya. Perbuatan baik dan mujizat yang dilakukan Yesus selama hidup ternyata justru dianggap sebuah tindakan melawan hukum. Tapi dengan segala kerendahan hatinya Yesus rela dipaku dikayu Salib, saat dikayu salib juga Yesus sempat mengucapkan “ Bapa (Allah) ampunilah mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Inilah kalimat yang selalu aku jadikan pegangan dihidupku, bahwa kita tidak perlu mendendam sebaliknya kita haruslah selalu mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita.
Pulang sehabis mengikuti Prosesi Jalan Salib aku dan kaka-ku langsung pulang kerumah dan segera mempersiapkan diri untuk jalan – jalan. Mumpung ada abang yang siap menggelontorkan dana cairnya haha.. kamipun bertujuh termasuk keponakan dan sepupu kecilku pergi ke Inul vista. Disinilah aku terkejut luar biasa, ternyata Dito,keponakanku sangat semangat berkaraoke, padahal biasanya dia enggan kalau diminta bernyanyi, bahkan mamanya sendiri tidak menyangka, jadilah ruangan itu tempatnya ber-autis ria.. hahaha.. selesai berkaraoke kami lagnsung menuju bioskop untuk menonton film “Anak Kampung”. Ceritanya cukup bagus untuk menginspirasi anak – anak. Petualangan kami belum selesai selesai menonton kami makan ditempat terpisah, karena anak – anak maunya di Texas.
Setelah selesai bersenang – senang kamipun langsung menuju gereja untuk mengikuti misa Jum’at Agung pukul 7 malam. Tapi ternyata kami datang terlalu cepat, kami sudah tiba pukul 5.30 , sehingga kamipun hanya bisa bengong – bengong, bahkan abang-ku malah tertidur saat menunggu misa dimulai.
Misa dimulai, kamipun sudah menyiapkan hati kami untuk mendengarkan sabda – sabda Tuhan. Dari semua segmen prosesi misa Jumat Agung, buatku yang paling mengharukan adalah ketika mencium kaki patung Yesus dikayu salib, ada perasaan seperti rindu ingin bertemu. Aku yang hanyalah umat biasa jelas tidak terlalu memahami maksud dari prosesi ini, tapi aku selalu percaya dengan demikian Tuhan Yesus akan selalu ada dihati masing – masing umatnya untuk terus menuntun hidup umatnya.
23 April 2011
Sabtu Suci, hari dimana malaikat mulai mempersiapkan kebangkitan Yesus.
Pagi itu aku disibukan dengan ssegala persiapan untuk mengerjakan rutinitasku sebagai mahasiswa. Kelompokku rencananya akan mengerjakan tugas pada jam 9 pagi dikampus E. Tapi berhubung abang akan pulang ke Palangkaraya jadi aku harus mengantarnya terlebih dahulu, pesawatnya terbang jam 1 siang. Karna waktu yang tidak memungkinkan maka aku hanya mengantarnya sampai di terminal Blok M dan kemudian dia melanjutkan perjalanannya kebandara dengan bus DAMRI. Aku pun melanjutkan perjalananku ke kampus, sesampainya dikampus ternyata aku telat cukup lama. Fayruz , Lia ,Dita , Kiki ,Dewi sudah tampak santai pertanda tugas sudah selesai dikerjakan. Aku pun disitu hanya sedikit memberikan pendapat karena memang kelompok kami sudah cukup mengerti dengan materi yang kami dapat. Lalu tak sampai 30 menit aku ditempat itu aku langsung pulang, merekapun memahami karena hari itu aku akan beribadah lagi, aku bangga pada toleransi yang mereka tunjukan.. 
Sesampainya dirumah badanku mulai terasa demam, kepalaku terasa berat sekali akhirnya kuputuskan untuk tidur saja, saat bangunpun aku masih merasakan hal yang sama. Hari sudah hampir malam akupn bersiap untuk misa malam Sabtu Suci dengan kondisi badan yang sepertinya sudah sangat drop. Sesampainya di gereja aku seperti mendapatkan tambahan tenaga untuk tetap bisa melaksanakan misa hari itu. Hanya cahaya dari Nyala lilin di Sabtu Suci yang menerangi kami, cahaya yang menambah keheningan persiapan kebangkitan Yesus, suasana hening yang sangat terasa selama misa tersebut.
Sepulang dari misa aku benar – benar tak sanggup lagi untuk sekedar duduk. Akupun terkulai lemas dan hanya bisa tidur saja sambil mengirim sms ucapan selamat Paskah kebeberapa teman.
24 April 2011
Hari Paskah, hari kebangkitan Yesus Kristus
Saat Yesus sudah bangkit pagi – pagi betul, aku malah masih terkulai lemas.. kakaku pun pergi misa seorang diri, tak lama berselang kaka ku yang lain datang bersama 2 keponakanku untuk meminjam motorku untuk berangkat misa.. pukul 10 pagi aku merasa sudah mulai segar, tapi sudah telat kalau harus menyusul misa jadi aku pergi ke toko saja berharap hari itu cukup ramai. Tapi tak sampai malam aku ditoko itu aku kembali lemas dan seperti mau pingsan. Akhirnya aku pulang dan beristirahat dan tak juga bisa ikut misa dimalam harinya. Sedih rasanya tidak bisa ikut misa Paskah tahun ini, apalagi tahun ini aku bisa menyelesaikan pantang daging selama 40 hari. Tapi aku yakin Tuhan memaafkanku karena dia memang maha pemaaf . Yang benar – benar bisa menghiburku hari itu palingan hanyalah sms – sms bodoh dari kawanku si Arale..
25 April 2011
Boleh dibilang ini adalah hari yang penuh dengan tidur, aku hanya bangun dari tidur disaat lapar dan haus.. aku bahkan hampir tidak belajar untuk persiapan UTS esoknya, sesekali aku terbangun dan membuka bahan ujian dan tak lama langsung kumat lagi pusing kepalaku…
26 April 2011
Kira – kira pukul 5 pagi aku sudah bangun dan rasanya aku sudah mulai sehat, akupun langsung bersiap berangkat kekampus untuk ujian, aku berangkat pukul 6 pagi dan sampai dikampus pukul 7 pagi. Parkiran motor masih sepi, hanya ada 3 motor termasuk milikku. Akupun memilih untuk berkeliling sebentar disekitar kampus, setelah membeli roti dan minum akupun duduk didepan kelas, tak lama kemudian datanglah Dewi yang bersama pacar setianya, lalu Fayruz yang dari jauh sudah komat – kamit menghafal materi. Kemudian disusul Aris, nah begitu Aris datang akupun bersiap untuk pergi, karena biasanya Aris akan mengajakku ngobrol dan ujung – ujungnya tidak akan belajar. Ataupun kalau tidak mengobrol artinya dia akan bertanya ini itu tentang materi ujian hari itu, sedaangkan aku belum belajar sama sekali, akhirnya begitu dia duduk dekatku aku langsung pergi mencari tempat sepi agar belajar lebih berkonsentrasi. Sekitar setengah jam sebelum ujian dimulai Nadia dan Tika datang dan duduk disampingku, mereka bilang didepan kelas tidak konsen karena berisik. Tapi sejak mereka datang aku justru jadi tidak konsen, apalagi ketika mereka sudah mulai ngobrol berdua. Akhirnya kuputuskan untuk berhenti membaca.
Ujian dimulai, dan aku sangat bersyukur ternyata aku bisa mengerjakannya meskipun hanya belajar dalam tempo yang sangat singkat. Terima kasih Tuhan.. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s