Tarombo ?? penting ga ya ? ;)

Ini adalah hari kedua gw belajar Tarombo, ya walaupun Cuma otodidak dan sumbernyapun Cuma dari browsing blog dab Wikipedia. Tarombo adalah silsilah disuku Batak yang dimulai dari seorang bernama Raja Batak , yang keturunannya dilanjutkan lewat anak laki – laki.
Kenapa gw mendadak belajar Tarombo ? , awalnya karna obrolan gw dan Aris di Jogja tentang “Batak”. Mendadak gw keinget pengalaman temen gw yang jatuh cinta sama seseorang, bahkan saling mencintai. Lalu masalah datang ketika dia cerita ke orang tuanya. Berdasarkan keterangan orang tuanya mengenai Tarombo, cewe yang dia jadiin pacar selama ini ternyata masih terhitung “ito anggia” atau “adik”. Jelas orang tuanya ga merestui, karna bagaimanapun juga hal itu sangatlah tabu di suku batak. Dan sekarang teman gw itu harus rela pisah dari pacarnya itu.
Dulu saat mendengar hal itu gw ga terlalu khawatir, karna gw berpedoman bahwa gw ga harus nikah sama orang batak, masih banyak orang dari suku lain yang bisa dijadiin istri (agak jauh ya omongannya  ). Tapi kemaren setelah ngobrol – ngobrol sedikit sama tim SS mengenai masa depan masing – masing terutama masalah pasangan hidup, gw jadi kepikiran. Gimana kalau suatu saat nanti ternyata gw ketemu dan jatuh hati sama perempuan Batak ? apa yang harus gw lakukan ?, nah untuk menghindari nasib yang serupa dengan teman gw itu maka gw berusaha untuk cari tau tentang Tarombo ini.
Nah berdasarkan sedikit yang udah gw pelajari, gw udah sedikit mengerti mengenai siapa gw dan siapa aja yang ga bisa dijadiin pasangan. Berdasarkan silsilah / Tarombo, marga gw adalah marga yang masuk ke kelompok “Nai Rasaon” yang adalah keturunan Batak dari tanah Sibisa. Oleh karena itu gw ga boleh menjalin hubungan pernikahan dengan marga – marga yang masih satu “Nai Rasaon” yaitu Pane, Dori, Boltok), Sirait, Butarbutar, MANURUNG (HUTAGURGUR ,HUTAGAOL dan SIMANORONI), dan keturunan – keturunannya.
Lalu bagaimana kalau hal itu dilanggar? Sebenarnya hal itu memang ga disahkan oleh adat, tapi masih bisa disahkan di Gereja asalkan bukan saudara kandung, karena Gereja berpedoman pada kasih, bukan aturan adat. Tapi tentunya akan lebih indah kalau ga melanggar aturan manapun.
Oke sekian dulu share tentang Tarombonya, nanti kalau udah nambah lagi ilmunya pasti bakalan gw share lagi 

2 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s