sibuk saat menunggu

Sibuk saat menunggu
Begitulah bunyi salah satu pepatah cina. Kalau aku ingat – ingat pertama kali aku menjadikan pepatah itu sebagai pedoman hidup adalah 3 tahun lalu.
Inti dari kalimat itu adalah, jangan sekalipun kita membiarkan diri kita menunggu sesuatu dan membiarkan potensi kita direnggut oleh cara kita menunggu. Tak ada yang sia – sia dari sebuah penantian kalau kita tetap memaksimalkan potensi diri kita.
Dan berkat pegangan hidup itu aku selalu antusias hidup dalam kesibukan. Beberapa bulan lalu aku memutuskan untuk keluar dari semua organisasi yang kuikuti karena rasanya ada hal lain yang sangat penting untuk didahului. Dan ketika semua itu sudah terselesaikan, akupun punya banyak waktu untuk santai. Tapi aku seperti tak menemui diriku sendiri ketika aku duduk berdiam diri dirumah memandangi isinya yang sedikitpun tak berbicara.
Ya benar itu bukan diriku yang sesungguhnya..
Beberapa bulan lalu aku memutuskan untuk masuk sebagai anggota badan eksekutif mahasiswa, dengan harapan bisa menemukan diriku lagi. Dan itulah yang terjadi, aku mulai sibuk saat harus ikut rapat internal BEM, ikut kegiatan – kegiatan BEM dan sebagainya.
Tapi sepertinya itu semua tidak cukup membuatku sibuk, apalagi BEM kampusku sudah punya agenda yang teratur, jadi aku tau kapan aku akan sibuk. Maka untuk menutupi itu semua aku coba mencari lowongan – lowongan kerja part time. Tapi sepertinya Tuhan punya rencana lain, dari sekian banyak lamaran yang kukirim tak satupun yang berbuah manis, selalu saja terbentur jadwal latihan bridge. Tentunya aku tak pernah mau mengorbankan bridge 
Lalu beredar kabar ada penerimaan administrator I – Lab dikampus. I – Lab itu bisa dibilang virtual praktikum, jadi peserta praktikum ga perlu dateng keruangan praktikum untuk ngerjain tugasnya, dan aku bertugas mengecek dan memandu mereka mengerjakan praktikum melalui internet.
Tadi pagi aku ikut wawancaranya, dan pengumumannya masih menunggu pecan depan, semoga aku diterima disana.. amin..
Tadi aku sempat berbincang dengan kawanku Alia dan Uti, kami sepakat nantinya kalau penerimaan aslab Psikologi faal sudah dibuka kami akan ikut juga mendaftar. Aku tak tau persis apa motivasi mereka, kalau aku tentunya untuk menambah kesibukan. Hehe..
Oh iya diawal tadi aku sudah menyampaikan pepatag “sibuk saat menunggu” , jadi tentunya ada hal yang sebenarnya kutunggu didalam niatku menyibukkan diri. Hal itu adalah KAMU.
KAMU adalah alasan utamaku saat ini, buatku 2 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menunggu. Tapi rasa – rasanya semua akan setimpal karna yang kutunggu adalah KAMU. Aku tidak mau mengacaukan semuanya hanya karena egoku memilikimu. Aku memilih menyibukkan diri dan mengorbankan waktuku bersamamu. Lagipula KAMU juga pasti punya kesibukkan lain yang lebih penting, terutama mengurusi orang – orang tercinta dirumahmu..😉

Kupikir saat nanti aku sudah benar – benar sibuk, saat itulah aku akan makin menyayangimu, karna semakin kita jarang bersama sepertinya semakin aku bisa menghargai kebersamaan kita yang makin sedikit itu. Dengan menyibukkan diri semoga 2 tahun akan berlalu tanpa terasa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s