Damai Pagi

17 November 2011
Selamat pagi dunia !
Hari ini terasa sangat damai…
Sudah sangat lama rasanya aku tidak merasakan kedamaian seperti ini.. Ya, meskipun tiap hari aku tertawa dan bercanda dalam riuh kehidupanku, bukan berarti hidupku selalu damai. Kadang aku merasa dalam posisi yg tertekan, dipojokan, diabaikan dan sebagainya. Itu semua membuatku lelah, rasanya inginku lempar semua kelelahan itu ke jurang yg sangat dalam yg tak mungkin dijangkau manusia agar tak akan ada yg tau apa yg kurasakan.
Semua terasa berbeda pagi ini. Jessica pun terasa membangunkanku dengan sangat ramah, tidak seperti biasanya yg selalu membuatku kaget dengan suaranya yg keras.
Pukul 3 lebih 15 menit kubuka pintu dan kulihat rumah lain disekelilingku, sunyi tanpa suara kesibukan harian orang – orang.
Kututup lagi pintu itu dan kumulai membaca kertas – kertas disekelilingku, sebagian besar hanyalah kertas fotokopian yg tercopot dari tumpukan materi kuliah, banyak ilmu disana yang mungkin tidak banyak orang mau membacanya.
Setelah bosan membacanya akupun menyalakan tv untuk sekedar tau kabar Sea Games. Boleh dibilang aku sudah tak lagi menonton tv selain acara olah raga. Malas rasanya melihat berita lain yg selalu “mengajarkan” kebencian. Apalagi tadi sebelum mucul berita olahraga, RCTI menayangkan berita pembantaian orang utan di Kutai – Kaltim. beberapa hari sebelumnya salah seorang sahabatku bercerita tentang berita ini, dan aku tak mau melihat gambar – gambar berita itu, karena menurut keterangan dia berita itu sangat sadis. Sampai akhirnya aku melihat berita itu tanpa direncanakan. Ah malas rasanya melanjutkan cerita ini..
akupun bergegas untuk berangkat kuliah, mandi dan menyetrika 1 baju kulakukan hanya dalam waktu setengah jam lalu berangkat pukul 5.30an.
Seperti biasanya saat lampu merah di perempatan Lebak bulus – Pondok Pinang aku membalas sms dar kawanku Fani. Dia hampir setiap hari mengirim sms ucapan selamat malam kepada kawan – kawannya termasuk aku. Dan aku akan membalasnya dipagi hari sebagai ucapan selamat pagi.
Perjalanan kulanjutkan dengan kecepatan yang lumayan rendah agar makin banyak yang kunikmati selama perjalanan. Hehe..
Tiba dikampus pukul 6.25 ,seperti biasanya parkiran masih sepi.
Karena aku tau kelas pasti belum dibuka oleh OB, maka kuputuskan untuk sarapan di warung kopi dekat kampusku. Ada 2 orang bapak – bapak yang sedang asik mengobrol dalam bahasa Jawa. Sambil kumenunggu mie goreng pesananku, tanpa sengaja aku mendengarkan perbincangan mereka. Walau tak mengerti secara keseluruhan tapi aku tau bahwa obrolan itu adalah obrolan tentang transaksi jual beli tanah. Sebuah pemandangan yang khas diwarung kopi, mirip dengan yg terjadi di coffee shop mahal. Hehehe.
Selesai makan aku segera menuju gedung kelasku, tapi aku berjalan perlahan agar lebih menikmati orang berlalu lalang, ada yang tampak tergesa gesa menuju tempat kerjanya, ada yang berboncengan dengan seragam putih abu – abunya, dan ada yang sedang asik menuangkan jamu kegelas pelanggannya.
Semua tampak selaras dan damai. Aku sesaat bisa melupakan pikiran – pikiran yang kurang baik.
Saat seperti inilah aku bisa lebih mensyukuri hidup. Aku merasa beruntung hidup sehat, punya sahabat dan dilimpahi berkat yang tak terbatas. Rasanya semua hinaan orang – orang tak cukup kuat untuk menghancurkan semua yang kupumya.
Terima kasih Tuhaan atas semua berkatmu kepada semua umatmu. Izinkan aku untuk berjuang dalam nama-Mu , aku tau Kau mau. Tuntun aku terus dalam tiap langkahku.
Terima kasih Tuhan, selamat pagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s