film Invictus – Film Favorit :)

Film ini mengisahkan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. Di film ini Mandela atau yang lebih akrab disapa Madiba berhasil menjadi Presiden Afsel setelah bebas dari penjara selama 27 tahun akibat politik Apartheid. Film ini menggambarkan bahwa mempersatukan bangsa yang sudah terpecah juga bisa lewat hal – hal kecil yang bahkan tak diduga orang kebanyakan.

Mandela coba mempersatukan rakyat lewat olah raga rugby. Sempat mendapat tentangan dari komite olah raga setempat karena dianggap olah raga rugby adalah symbol kebanggaan Apartheid, yakni golongan kulit putih Afsel yang sudah ratusan tahun menindas kaum kulit hitam. Tapi lewat pendekatan dan filosofi yang baik akhirnya Mandela bisa menyatukan antara kebencian kulit hitam dan egoism kulit putih. Keraguan dan kebencian orang kulit hitam akhirnya mulai luntur ketika tim nasional rugby melakukan kunjungan ke desa – desa dimana mereka mulai mau bersosialisasi dengan masyarakat terutama anak – anak. Hal ini berimbas pada dukungan penuh terhadap timnas rugby Afsel meski hanya diperkuat oleh satu orang kulit hitam bernama Chester.

Dalam misi yang boleh dibilang hamper tidak mungkin menang dipiala dunia itu, ternyata Afsel yang menjadi tuan rumah bukan hanya mampu menang melawan satu Negara, mereka justru bisa juara dunia dibawah kepimimpinan kapten berjiwa karismatik, Francois. Alasan saya menempatkan film ini di posisi satu film terfavorit adalah karna ini merupakan kisah nyata.

Bila dipandang dari sisi psikologi, kita bisa belajar apa yang dilakukan oleh Mandela merupakan wujud dari kebermaknaan hidup dari sosok Mandela itu sendiri. Dalam teori Viktor Frankl tentang logoterapi disebutkan bahwa manusia dalam batas – batas tertentu memiliki kemampuan kebebasan untuk mengubah kondisi hidupnya guna meraih kehidupan yang lebih berkualitas, dan sangat penting kebebasan ini disertai dengan tanggung jawab agar tidak berkembang menjadi kesewenang – wenangan. Dalam hal ini Mandela mewujudkan kehendak bebasnya dalam bentuk pencalonan dirinya sebagai presiden Afrika Selatan.
Lalu dalam teori lainnya mengenani hasrat untuk hidup bermakna, Mandela setelah menjadi Presiden tidak hanya menjadi pemimpin politik tapi juga mencurahkan hasrat kebermaknaan hidupnya dengan membangkitkan semangat atlet rugby hingga akhirnya menjadi juara dunia. Hal ini dilakukan selain untuk kepentingan tim nasional tapi juga untuk kepentingan negara. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kesadaran warga Afrika Selatan untuk bersatu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s