Entah

Selamat pagi semuanya..
Maaf lama aku tidak menyapa lewat blog ini. Sejak kejadian hari rabu lalu banyak hal yang terus berputar diotakku, jangankan untuk menyapa di blog ini, aku bahkan sering lupa untuk menyapa diriku sendiri dipagi hari.

Semua teman, sahabat dan orang sekitar yang mengetahui kejadian ini hanya bisa memberikan semangat dan motivasi tanpa mampu mengubah situasi. Tapi kurasa itulah yang terbaik yang bisa mereka lakukan. Ya begitulah mereka, selalu memberikan yang terbaik padaku.

39 jam waktu yang kubutuhkan untuk bisa tertidur dengan benar setelah kejadian itu. Sulit rasanya menerima kenyataan bahwa hari itu harusnya aku bersenang – senang, tapi justru dihadapkan pada kenyataan yang seperti itu. Sahabat kita, wanita berkulit putih itu, bahkan dia merasa bersalah karena tidak mengingatkanku untuk menghadapi kenyataan itu. Jujur saja aku sangat terpukul, disaat aku sedang memepersiapkan yang terbaik untuk aku dan kamu, tapi disaat bersamaan kamu sedang mempersiapkan diri untuk orang lain.

Aku sengaja tidak pernah mengusikmu selama sebulan ini, karena aku tau kamu sedang dilanda kecewa dan sedih. Aku lebih memilih mempersiapkan hal lain, dan hal lain itu kupersiapkan untuk aku dan kamu. Inipun aku sengaja tidak bercerita pada siapapun sebelumnya, karena aku pun tak ingin kecewa bila yang aku persiapkan ini ternyata tidak berjalan mulus.

Sekitar sepuluh hari lalu tepatnya akhirnya aku mendapat kepastian, meski hanya kepastian secara lisan. Aku bahagia sekali karena apa yang aku persiapkan ternyata jalannya dimudahkan oleh Tuhan. Akupun sengaja tetap tidak menceritakannya pada siapapun, sambil terus berdoa agar kamu segera dikembalikan kebahagiaannya. Aku tau kamu bisa menemukan kebahagian itu kembali dengan caramu, itulah mengapa aku memilih untuk tetap biasa. Dengan demikian saat semua kembali normal maka semua akan menjadi sangat membahagiakan.

Tuhan bekerja terus menerus merancang masa depanku, masa depanmu dan masa depan tiap manusia. Aku tau tidak ada yang kebetulan, semua sudah dirancang dengan baik…

Entah sudah berapa kali namamu kusebut disetiap doaku. Mungkin Tuhan selalu tersenyum sambil menebak – nebak tiap kali aku hendak berdoa apapun dia sudah tau namamu akan terselip dirangkaian kalimat doaku, bahkan saat doa makan.. hehehe..

Entah sudah berapa banyak air mata yang aku tahan untuk tidak keluar tiap kali aku melihatmu bersedih. Aku memilih untuk terus tersenyum tiap kali bertemu denganmu, berharap kamu terpancing untuk tersenyum. Dan biasanya aku selalu berhasil, bahkan bukan sekedar senyum yang keluar dari bibirmu, seringkali malah tawa besar yang muncul. Aku suka itu…🙂

Aku pernah berdoa agar aku tidak menangis bila aku kalah, tapi Tuhan tidak setuju dengan doaku itu..

Aku tak hentinya merenung akan hal ini, sesaat aku senang karena kamu sepertinya menemukan kebahagian itu lagi, tapi sesaat kemudian aku bersedih karena aku kurang siap untuk menghadapi ini. Kedua hal itu terus – menerus bergantian berputar di kepalaku. Sampai akhirnya aku memilih kembali bertanya pada Tuhan lewat doa barulah aku perlahan bisa sedikit tenang. Memang cuma Tuhan yang mau terus mendengar dan menyelesaikan tiap permasalahanku.

Taukah kamu mengapa aku bertanya, “dia baik kan ?” , taukah kamu mengapa ? Karena aku sangat menyayangimu.. aku tak mau kamu dikelilingi orang yang tidak baik. Aku cukup lega ketika kamu bilang dia orang yang baik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s