August 9 2012, Psychocyber Seminar + Breakfasting Together

Agenda hari itu adalah Seminar, bantuin PI Echa dan buka puasa bersama 1PA02 2009 di rumah Nadia.
Seminar itu di jadwalkan dimulai jam 9.00, tapi sialnya gw baru bangun jam 8.05 padahal untuk sampe kampus butuh waktu lebih dari sejam, itupun kalo jalan ga macet. Akhirnya gw putuskan untuk berangkat tanpa mandi haha…

Selama perjalanan ada aja yang sms, dan hampir semua nanyain ruang yang di pake untuk seminar (sebenernya ini mengganggu banget karna justru memperlambat perjalanan gw). Untungnya pagi itu jalanan ga terlalu macet jadi gw bisa sampe kampus jam 9.35. Sampe di gedung D4 lantai 1 udah ada Heidy dan Devi (Adenya Heidy) yang nunggu dari tadi. Meskipun seminar ini adalah seminar Psikologi tapi pesertanya terbuka untuk umum, makanya walaupun mereka berdua anak Ekonomi tetep boleh ikut. Kita bertiga langsung menuju Auditorium di lantai 6, tempat dilaksanakannya seminar. Pas masuk ruang seminar kita kaget karna bangku hampir semua terisi penuh, tpai untungnya ada 3 bangku kosong dalam satu baris yang bisa kita tempatin. Tapi sayangnya terpisah dari temen-temen psikologi yang duduk di row 3 (tengah).

Seminar hari itu bertema “Virtual Reality Technology In Psychiology : what you should know to develop an effective application”. Dengan pembicara Prof. Stephane Bouchard (UQO, Canada) , Caroline Cyr (Laval, Canada) dan Dr. Dian Kemala (UG, Indonesia). Seminar ini memperkenalkan teknologi yang diterapkan di dunia psikologi untuk membantu mengurangi dan menyembuhkan manusia dari gangguan psikologis semisal phobia, ADHD, PTSD dan beberapa kasus klinis lainnya. Teknologi ini diyakini memiliki fungsi dan keampuhannya sama dengan teknik lama (langsung dengan psikolog). Basic treatment dari Virtual Reality (VR) adalah flooding, menurut Prof. Stephane Bouchard pada dasarnya untuk membuat seseorang bisa mengontrol stres-nya, dia harus dibuat stres. Tapi bukan berarti VR diciptakan untuk membuat orang stres. Alat ini dibuat sedemikian rupa agar klien mendapatkan suasana (environment) yang sama dengan dunia nyata.

Beberapa gangguan yang dijelaskan dan dapat di bantu dengan VR adalah phobia ketinggian, phobia keramaian, phobia laba – laba, PTSD, ADHD dan lain – lain. Perbedaan treatment menggunakan VR dengan menggunakan metode langsung dengan psikolog adalah pada tingkat kenyamanan. Dengan VR klien akan merasa lebih nyaman, karena ia tau ini bukan sungguhan dan tidak mengancam. Misalnya pada penderita aviophobia (takut naik pesawat terbang), kalau metode lama akan membuat pasien sangat ketakutan dan berpotensi tidak bisa mengontrol stres-nya. Sedangkan dengan menggunakan VR pasien lebih nyaman karna dia sadar dia tidak sedang terbang, tapi dia tidak kehilangan rasa terbang yang sesungguhnya.

Hmm.. ga sabar untuk praktek dengan teknologi VR ini, semoga Gunadarma bisa secepatnya punya. Amin..🙂

Hari itu seminarnya disampaikan dalam bahasa Inggris, jadi harus bener-bener fokus supaya materi yang dikasih ga kelewat begitu aja. Tapi kami semua beruntung karena baik Prof. Stephane maupun Prof. Caroline menyampaikannya dalam bahasa Inggris yang mudah dipahami.

30 menit sejak presentasi dari Prof. Stephan dimulai, si Devi mulai nunduk-nunduk, eh taunya dia ngantuk dan mulai ketiduran hahaha.. tapi ga tidur beneran kok dia.

Setelah Prof. Stephane dan Caroline menyampaikan presentasinya, sekarang giliran Dr. Dian Kemala yang mempresentasikan materi berbeda tapi masih sangat berhubungan yaitu mengenai “Eye-Tracking” , teknologi ini mengkaji gerak mata. Dua hal yang paling mendasar dari kerja alat ini adalah Fixation dan Saccade. Fixation adalah banyaknya area pada objek yang ditangkap mata, sedangkan saccade adalah banyaknya perpindahan pergerakan mata dari satu area ke area lain pada objek. Untuk teknologi yang satu ini bukan hanya berguna untuk dunia psikologi, tapi juga bermanfaat buat banyak bidang. Salah satunya adalah untuk mengetahui daya tahan kerja dan konsentrasi.

Setelah presentasi dari semua pembicara selesai, selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Moderator memberikan kesempatan kepada empat audience untuk bertanya. Tiga audience pertama memberikan pertanyaan dengan baik dan menarik. Lalu giliran selanjutnya adalah penanya terakhir berinisial “A”, yang menyampaikan pertanyaan dengan sangat tidak sopan dan terkesan menyepelekan seminar besar itu dengan cara ia menyapa pembicara, dengan sebutan yang tidak sopan dan bahasa tubuh yang seperti sedang menyanyikan lagu rap. Gw yang ngeliat orang itu langsung bicara sama Heidy, “Dia siapa ya? Pasti bukan anak psikologi, soalnya gw ga kenal. Lu tau ga dia siapa?”, tapi sayangnya Heidy juga ga tau. Gw kesel banget sama orang itu, dia bener-bener bikin malu kampus Gunadarma.

Tadinya gw pikir gw doank yang kesel sama orang ini tapi ternyata hampir semua dosen juga marah sama kelakuan dia. Bahkan Bu Trida langsung ngadain briefing dadakan dengan temen-temen dari Sarmag Psikologi untuk mengingatkan agar tidak melakukan apa yang dilakukan si “A”. Setelah mencari tau sana-sini ternyata si “A” memang bukan anak psikologi, tapi sayangnya meskipun berasal dari program magister unggulan dia ga punya attitude yang baik.

Topik tentang si “A” ini berhasil menembus trending topik di grup BBM dan twitter psikologi, dimana hampir semua yang tau kejadiannya sangat kecewa dan mengutuk haha..

Setelah seminar selesai gw langsung minta tolong ke Heidy dan Devi untuk fotoin gw dan Prof. Caroline dan Prof. Stephane, bukan untuk apa – apa sih.. gw cuma pengen memotivasi diri aja supaya bisa sehebat mereka🙂

with profesor

with profesor

Selesai seminar kita semua pulang dan meneruskan hari dengan tujuan masing-masing (apalah ini bahasa). Heidy dan Devi pulang duluan, sedangkan gw masih ada urusan dikampus untuk nyerahin PI ke Bu Yudit. Maka gw pun ke kosan dulu ngambil PI. Nah karena paginya gw belom mandi, jadi pas dikosan gw mandi juga deh hahah..

Pas mau ngasih PI ke Bu Yudit ada Seto yang lagi curhat sama Oyes, Pangpang dan Aji. Hmm.. pengen banget sebenernya denger Seto, tapi di rumah Nadia udah ada Echa yang nungguin gw buat ngbantuin beresin PI-nya.

Gw berangkat sama Fani, Falah sama Indri dan Ahadi sama Vinni, tapi gw dan Fani nyampe lebih dulu karna mereka berempat pergi ke toko buah dulu. Sesampenya di rumah Nadia ternyata di situ cuma ada Echa, sedangkan si Nadia, pemilik rumah, ga ada. Ternyata doi lagi latihan sama band-nya.. lah parah amat si Echa ditinggal sendirian dan disuruh masak semuanya buat buka puasa nantinya.. hahah.. gw pun sms Nadia dan nanyain kapan dia pulang, tapi dia jawab dengan kalimat “seterah lo”, biasanya kalo dia nge-sms dengan kalimat “seterah lo” artinya dia lagi sensi. Dan ternyata bener dia lagi dateng bulan hahaha..

Sore mulai menyambut, buka puasa udah deket. Manusia – manusiapun berdatangan.. ada sedikit kejutan (walaupun gw ga terkejut) pas personil Loyal dateng dengan dua personil barunya. Semoga mereka bisa se-visi dan kompak.. amin.. oh iya gw sempet nyanyi bareng mereka dengan suara yang udah serek karna kebanyakan makan gorengan.

Sebelum bedug maghrib tiba gw menjadi penguji kelayakan makanan. Dengan gaya chef Juna, gw mulai mengomentari makanan yang ada disitu (mulut buka pelit) dan dangak-dangakin dagu hahah..

blewah ah ah ah..

blewah ah ah ah..

Bedug maghrib tiba..

after bedug

after bedug


mue kelaperan

mue kelaperan


uppss ganteng

uppss ganteng


bukber

bukber


Parto - Ashanti

Parto – Ashanti

Tadinya gw pikir kawan-kawan gw ini akan membabi buta, eh ternyata mereka semua sok jaim semua. Makannya pada dikit-dikit (tapi nyambung terus), minumnya pada seruput-duaruput (istilah apa ini?). Pas gua pegang tangan Vinni, eh tangan dan badannya ternyata udah panas.. artinya dia masuk angin. Mungkin karna kelamaan ga makan.. (yaiyalah.. puasa..), dan begitu pula si Fani. Akhirnya setelah dirayu dan di cambuk 100 kali si Fani mau makan nasi. Padahal udahhampir jam 8 malem tapi mereka semua masih saling jaim.
Sampe akhirnya Chandry dan Falah mulai menciduk nasi baru deh pada makan semua, kecuali gw yang masih bertahan untuk ga makan daging. Kebetulan Echa masak ayam ungkep…

Selesai makan gw dan Fani pulang duluan, karena izin pulang sudah mendekati deadline haha..

Begitu deh cerita gw sepanjang hari di tanggal 9 Agustus 2012. Biarpun cape banget harus kesana-kesini tapi overall sangat menyenangkan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s