CBIS dan Evolusinya

Kali ini saya akan membahas CBIS yang merupakan sebuah sistem pengolah data.
Computer Based Information System (CBIS) sebagagai sistem pengolah data memiliki fungsi agar data tersebut menjadi informasi yang memiliki kualitas yang akan digunakan sebagai alat bantu pendukung pengambilan keputusan. Computer based mengindikasikan bahwa segala pengelolaan data hingga menjadi informasi dibutuhkan alat bantu komputer. Pada dasarnya sistem informasi bisa dibuat secara manual, namun dibutuhkan waktu yang sangat lama dan rumit dalam pengerjaan dan pengecekan kembali data-data tersebut. Kehadiran komputer adalah untuk mempermudah hal-hal tersebut dan juga mengoptimalkan hasil akhir dari proses tersebut.

Data merupakan fakta-fakta dilapangan yang belum memiliki makna sehingga perlu sebuah pengolahan agar data tersebut memiliki makna. Ketika data tersebut sudah memiliki makna maka data tersebut bisa dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh karena itu data yang memiliku makna disebut pula sebagai informasi. Sedangkan sistem informasi merupakan sistem pembangkit informasi, yang berupa rangkaian antar subsistem yang terintegrasi sempurna. Sehingga akan menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Kalau diibaratkan kedalam bisnis kue, data adalah flora dan fauna yang menghasilkan bahan-bahan baku. Karena flora dan fauna tersebut masih belum jelas fungsinya dalam pembuatan kue. Sedangkan informasi adalah tepung bahan-bahan seperti tepung, telur, gula dan lainnya. Karena bahan-bahan baku tersebut sudah memiliki nilai guna, sehingga kita dapat membuat keputusan akan diapakan nantinya bahan-bahan tersebut. Sementara itu sistem informasi bisa diibaratkan sebagai resep dan alat-alat memasak. Dengan demikian akan tercipta kue yang enak sesuai dengan rencana awal.




Evolusi CBIS

Komputer pada dasarnya adalah alat pengolah angka. Pembuatannya sudah ada sejak lama namun dalam bentuk yang lebih sederhana. Begitu pula dengan CBIS sebenarnya merupakan sistem yang sudah lama dikembangkan bahkan sejak jaman sebelum masehi tepatnya 2700 SM. Ketika itu sudah ditemukan sebuh alat mekanik bernama Abacus, yang disusun dari batu koral yang dikaitkan pada kawat, dimana posisi batu koral pada kawat menunjukkan angka digit. Bentuk abacus mirip dengan sempoa. Melalui alat ini seseorang dapat lebih mudah mengkalkulasi sebuah perhitungan, sehingga data dapat segera diolah menjadi informasi. Selanjutnya pengembangan alat-alat hitung terus terjadi dan semakin baik bentuk maupun fungsinya.

Di era modern kebutuhan pengolahan informasi tidak hanya sebatas perhitungan aritmatika saja, melainkan juga pada peningkatan komunikasi dan pendukung pengambilan keputusan. Dan hal tersebut tidak terbentuk secara instan. Ada tahap-tahap yang terjadi dalam prosesnya, yakni fokus dari CBIS itu sendiri.

Yang pertama adalah EDP atau electronic data processing. Merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan dan memproses data transaksi. Sistem ini memiliki fokus pada pengolahan data. Sehingga pengambilan keputusan masih membutuhkan pengerjaan secara manual oleh manusia.

Konsep SIM atau sistem informasi manajemen mulai dikenalkan dan diterapkan pada tahun 1964. Sistem ini berguna untuk meningkatkan fungsi komputer dalam menghasilkan informasi manajemen. Dengan demikian data mentah akan dengan cepat menjadi informasi yang matang dan rapih yang dapat menjadi dasar kuat dalam mengambil keputusan. Kemudian seiring berjalannya waktu dan kebutuhan SIM terus berkembang hingga bisa menjadi sebuah sistem penunjang keputusan. Fungsi dari SPK adalah untuk menyediakan informasi, pemodelan dan manipulasi data yang digunakan untuk mengambil keputusan yang sifatnya tidak terstruktur.

Selain fokus pada data dan pengolahannya, CBIS berperan dalam peningkatan komunikasi antar anggota dalam organisasi diperkantoran. Misalkan saja pada sistem otomatisasi kantor atau Office Automation. Lewat sistem ini komunikasi antar pegawai satu dan lainnya menjadi lebih mudah dan cepat. Beberapa aplikasi dari OA diantaranya adalah telepon, fax, e-mail dan teleconference.

Apa yang kita rasakan saat ini adalah buah dari evolusi CBIS dari waktu ke waktu, hingga sekarang CBIS bisa bisa dikembangkan sesuai dengan penalaran logis manusia. Saat ini seseorang dapat membuat programnya sendiri dalam komputer sesuai kebutuhan operasionalnya. Misalnya dengan menggunakan software visual basic ataupun turbo pascal, DEA. Program-program seperti ini biasa disebut dengan Artificial Intellegence, dimana program tersebut diatur sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan yang sama seperti manusia.

Sekian penjelasan singkat saya tentang CBIS dan evolusinya, jika ada kekurangan mohon masukannya..🙂

sumber :
Grindley, K & John, H. (1982). Menggunakan komputer secara efektif. Jakarta. PT. Pustaka binaman pressindo.
Jogiyanto,M.H. (1989). Pengenalan Komputer. Yogyakarta. Andi Offset.
Kerlinger. (2000). Asas – asas penelitian behavioral. (Edisi ke tiga). Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Jogiyanto,M.H. (1989). Pengenalan Komputer. Yogyakarta. Andi Offset.
Marimin, Tanjung., Hendri, Prabowo., dan Haryo. (2006). Sistem informasi manajamen sumber daya manusia. Bogor. Grasindo.
Retnoningsih, E. (2008). Belajar internet secara mandiri. Semarang. Salemba infotek.
Setiawan, A. (2004). Pengantar sistem komputer. Bandung. Informatika Bandung.
Simarmata, J. (2005). Pengenalan teknologi komputer dan informasi. Yogyakarata. Andi.
Setiawan, A. (2004). Pengantar sistem komputer. Bandung. Informatika Bandung.
Yani, A. (2005). Panduan menjadi teknisi komputer. Tangerang. Agro media Pustaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s