Final Softskill SIP

Jurnal 1 :
PENGARUH PENGENALAN KOMPUTER PADA PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
ANAK: STUDI KASUS TAMAN BALITA SALMAN AL FARISI (oleh : Mukhammad Andri Setiawan, Army Widyastuti, Aulia Nurhuda)
Ranah teknologi yang semakin meluas membuatnya menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia. Banyak diantara anggota masyarakat kita yang memiliki akses komputer dirumahnya masing-masing, dengan demikian anakpun akan memiliki kesempatan akses yang sama di dalam rumahnya.
Pada jurnal ini disajikan riset terbatas terhadap efek penggunaan komputer di rumah terhadap perkembangan aspek fisik, kognitif, emosi, sosial, dan motorik. Alat yang digunakan untuk menentukan perkembangan anak adalah Kartu Perkembangan Anak (KPA). KPA merupakan wujud deteksi dini terhadap perkembangan anak.
KPA disusun berdasarkan :
• Bayley Scales of Infant Development

Bayley Scales of Infant Development

Bayley Scales of Infant Development


• Tes Stanford – Binet
Tes Stanford – Binet

Tes Stanford – Binet


• Denver Development Screening Test
Denver Development Screening Test

Denver Development Screening Test


• Deteksi Kelainan Tumbuh Kembang Dini Depkes RI
Deteksi Kelainan Tumbuh Kembang Dini Depkes RI

Deteksi Kelainan Tumbuh Kembang Dini Depkes RI


KPA dapat digunakan pada anak usia 1 sampai 60 bulan, terdiri dari 60 item dan masingmasing item mewakili satu bulan umur kronologis pada kategori anak dengan perkembangan ‘cepat’, ‘rata-rata’, dan ‘lambat’. Item-item tersebut mencerminkan 4 faktor dasar aspek perkembangan anak, yakni: kognisi, emosi, sosial, dan motorik.

Secara umum perkembangan anak yang diperkenalkan dengan teknologi komputer relatif lebih baikaspek-aspek tertentu pada anak-anak daripada anak-anak yang sama sekali belum dikenalkan dengan teknologi komputer. Penelitian ini masih merupakan penelitian awal sehingga dibutuhkan penelitan yang lebih sistematis dan kompleks pada wilayah ini, sehingga dapat membantu orang tua dan para penentu kebijakan untuk menggali dan memaksimalkan efek positif dan meminimalisir efek buruk dari penggunaan teknologi komputer pada anak-anak.

Jurnal 2 :
EYE TRACKING IN HUMAN-COMPUTER INTERACTION AND USABILITY RESEARCH : CURRENT STATUS AND FUTURE PROSPECTS (oleh : Alex Poole dan Linden J. Ball)

Pendeteksian gerakan mata menjadi hal yang menarik untuk dikaji karena apa yang dilihat seseorang mengindikasikan apa yang dipikirkan dan proses kognitif orang tersebut. Hipotesis ini menggambarkan dimana perhatian seseorang sedang berlangsung dan hubungannya dengan tampilan visual.

300px-ASL_EyeTracker

300px-ASL_EyeTracker

eye tracker

eye tracker

eye tracker

eye tracker


Metode yang dilakukan adalah dengan mengukur fiksasi dan Saccade. Fiksasi adalah seberapa banyak area yang ditangkap mata saat melihat suatu objek sedangkan saccade adalah banyaknya perpindahan pergerakan mata dari satu area ke area lain pada objek. Pengguna / individu dapat menempatkan kursor dengan hanya melihat pada area mana yang dia tuju, atau dengan “mengklik” ikon dengan hanya menatapnya dalam waktu singkat atau dengan mengedipkan mata.

Dalam jurnal penelitian ini dijelaskan bahwa pergerakan mata dapat diukur dan digunakan untuk memungkinkan interaksi sesungguhnya antara individu dengan antar mukanya.

Pendeteksian gerakan mata sangat penting. Teknik yang objektif dapat berguna untuk analisis mendalam mengenai kegunaan antarmuka. Studi pendeteksian gerakan mata (eye tracking movement) pada HCI mulai berkembang dan teknik ini sepertinya diatur sedemikian rupa untuk menjadi tambahan dalam batere test untuk keperluan akademik maupun komersial.

Jurnal 3 :
TECHNOLOGY IN PSYCHOTHERAPY : AN INTRODUCTION (oleh : Michelle G. Newman)
Semua indikator menyatakan bahwa teknologi mungkin memang pada dasarnya merupakan bagian dari terapi psikologi sampai dekade berikutnya. Teknologi berkembang sangat pesat beberapa dekade terakhir, begitu pula dengan perkembangan pengaplikasian teknologi dalam psikoterapi, seperti misalnya situs self-help di internet, administrasi terapi di komputer, terapi komputer adjunctive palmtop, terapi virtual reality, interactive voice masseging systems dan biofeedback via ambulatory pscychological monitoring. Pada jurnal ini disebutkan bahwa teknologi menawarkan beberapa keuntungan untuk praktisi. Sebagai contoh, teknologi dapat digunakan untuk memberikan klien tanggapan objektif mengenai bagaimana mereka merespon terapi. Dengan demikian aplikasi teknologi membuat pekerjaan terapis menjadi lebih mudah.

psikoterapi tradisional

psikoterapi tradisional

Banyak terapis yang menjadi tidak nyaman dengan penggunaan teknologi dalam terapi. Ketidaknyamanan ini mungkin muncul karena ikut campurnya teknologi dalam terapi akan membuat klien berhenti terlalu cepat dalam menjalani terapi.

psikoterapi modern

psikoterapi modern

Dalam beberapa kasus aplikasi teknologi dapat meraup lebih banyak informasi daripada metode asesmen yang dilakukan oleh klinisi atau terapis. Sebagai contoh untuk kasus-kasus sensitif seperti riwayat kriminal, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, gangguan seksual, kasus bunuh diri dan lain sebagainya, klien akan mengungkapkan informasi lebih banyak kepada komputer.

Jurnal 4 :

THE USE OF TECHNOLOGY IN PSYCHOLOGY : EXAMPLES FROM AN INTRODUCTORY PSYCHOLOGY AND STATISTICS CLASS (oleh : Isabelle D. Cherney)

Penggunaan teknologi bagi siswa dapat memperkaya pengalaman dalam edukasi. Hal ini penting untuk memberikan informasi dan untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda-beda. Beberapa siswa mempunyai gaya belajar paling baik dengan mendengar, beberapa lagi ada yang dengan berdiskusi, ada pula yang dengan membaca dan menulis, dan adapula yang dengan pemahaman gambar maupun dengan pengalamannya langsung.

Pada metode belajar tradisional mungkin banyak siswa yang dirugikan, misalnya siswa yang baik dalam hal belajar visual akan kesulitan dengan metode ceramah yang dipakai pengajar tradisional yang justru hanya cocok bagi siswa yang baik dalam auditori dan digital.

Beberapa metode belajar yang memanfaatkan teknologi diantaranya adalah :
1. Digital video recording

Digital video recording

Digital video recording


2. Picture slide show
slideshow

slideshow


3. Sound recording
sound recorder

sound recorder


4. Autoboot CD
Autoboot CD

Autoboot CD

Dari pemanfaatan teknologi yang diterapkan dalam metode belajar tersebut siswa dapat memaksimalkan kemampuannya dalam menangkap pelajaran sehingga berdampak pula pada peningkatan potensi dalam dirinya. Sebagai tambahan, pemanfaatan teknologi dapat merangsang pembelajaran multisensori sehingga informasi lebih mudah diingat.

Jurnal 5 :
APLIKASI PRINSIP GESTALT PADA MEDIA DESAIN KOMUNIKASI SOSIAL (oleh : Bing Bedjo Tanudjaja)

Seorang perancang grafis idealnya dapat menciptakan sebuah kesatuan visual yang mudah dipahami oleh penglihat. Pemahaman terhadap prinsip persepsi visual adalah kunci untuk memahami tendensi mata dalam melihat sebuah pola visual. Penerapan prinsip persepsi visual
dari teori Gestalt menjadi metode persepsi visual yang paling akurat, teruji, dan dapat dikatakan masih relevan sampai saat ini.
Teori ini berbasis pada pattern seeking dalam perilaku manusia. Setiap bagian dari sebuah gambar dapat dianalisis dan dievaluasi sebagai komponen yang berbeda. Salah satu hukum persepsi dari teori ini membuktikan bahwa untuk mengenal atau membaca sebuah gambar diperlukan adanya kontras antara ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negatif yang disebut dengan ground. Prinsip Gestalt tidak memandang atau menilai elemen demi elemen dari persepsi visual tetapi memandang secara keseluruhan sebagai satu kesatuan yang utuh.

gestalt

gestalt

Dalam jurnal ini perancang grafis diharapkan mampu menata tampilan visual dan ruang komposisi yang komunikatif bagi para konsumen. Untuk itu diperlukan pemahaman mengenai hukum-hukum Gestalt mengenai persepsi. Selain itu perancang grafis juga harus mempertimbangkan beberapa aspek psikologis lain yang menyangkut kondisi masyarakat dengan melibatkan hati nurani. Sehingga karya yang dibuat tidak hanya menarik namun juga membekas dihati konsumen.

gestalt

gestalt

Gestalt-the-boats

Gestalt-the-boats

Demikianlah pembahasan saya mengenai beberapa jurnal yang melibatkan teknologi dan psikologi. Semoga bermanfaat.🙂
sumber :
Cherney, I. D. (2002). Jurnal : The use of technology in psychology : example from an introductory psychology and statistics class. Crieghton University.
Newman, M. G. (2004). Jurnal : Technology in psychology; An introduction. The Pennsylvania State University.
Poole, A. , Ball, L.J. (2005). Jurnal : Eye Tracking in Human-Computer Interaction and Usability Research : Current status and future prospects. Lancester University.
Setiawan, M.A. , Widyastuti, A. , Nurhuda, A. (2005). Jurnal : Pengaruh pengenalan komputer pada perkembangan psikologi anak ; studi kasus taman balita Salman Al Farisi. SNATI.
Tanoedjaja, B. (2005). Jurnal : Aplikasi prinsip gestalt pada media desain komunikasi sosial. Nirmana. Vol 7.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s