Anak Kos, Mahasiswa Atau Anak Jalanan ?

Semua pasti setuju bahwa kita ini ga bisa hidup sendiri. Kita butuh orang lain untuk mengisi kekurangan kita dan untuk berbagi apa yang menjadi kelebihan kita. Begitu pula halnya dengan kehidupan anak kos. Tulisan ini sengaja gw buat untuk mengkritisi tetangga kos gw yang menurut gw udah sangat menyebalkan.

Oke sebelumnya gw akan sedikit bercerita tentang awal gw mulai ngekos..

Gw mulai ngekos bareng Seto sekitar bulan Maret 2012. Beberapa hari pertama kami ngekos kami udah mulai merasakan ketidaknyamanan dimana tetangga kami sepanjang hari berisik. Kosan itu diisi entah berapa orang, tapi sepertinya cuma satu, tapi memang teman-temannya hampir tiap hari datang dan menginap untuk bermain game online. Itulah asal muasal gaduhnya kosan itu.. kami sempat bingung, apa mereka ini nggak kuliah ?

Karena tidak tahan dengan situasi kosan yang ngga tenang itu, akhirnya kami putuskan untuk pindah. Kami pindah hanya dibalik kosan itu saja dan masih satu blok dengan kosan lama kami, tapi setidaknya suasananya lebih tenang, dan tetangga kami sepertinya adalah orang-orang yang tenang, terutama yang memang bersebelahan dengan kami adalah karyawan percetakan, yang secara otomatis menjadikan kosan itu hanya sebagai tempat istirahat saja.

Ditempat yang baru kami merasa lebih nyaman, selain lebih luas dan tidak berisik, disini juga sinyak internetnya masih lebih baik, hal ini menjadi penting karena sinyal ditempat sebelumnya hampir sama sekali nggak ada.

Dua bulan berlalu, tetangga yang tinggal persis berhadapan dengan kosan kami beberapa kali terlihat dan terdengar sedang bernegosiasi untuk sesuatu yang mengagetkan. Mereka sempat terdengar sedang membicarakan jual beli senjata, tapi gw sendiri ga terlalu yakin karena waktu itu kalimatnya diucapkan dengan nada yang seperti bercanda. Selain itu beberapa kali dia juga membawa perempuan kedalam kosannya.. ya gw sih kalo ngeliat kayak gitu wajar donk kalo berpikir yang aneh-aneh.. hehehe..

Lambat laun kami seolah pura-pura cuek sama hal-hal kayak gitu, ga ada niatan ngelaporin ke ibu kos..

Entah kapan tepatnya, pokonya kosan yang berhadapan dengan kami itu berganti kepemilikan dan kayanya masih kerabat dengan orang yang sebelumnya karena mereka sempat beberapa kali ketemu dan barang-barang yang ada dikosan itu kayanya nggak ada yang diangkut-pindahkan. Nah kelakuan penghuni kosan yang baru ini lebih adsurb lagi, tiap hari nyetel musik kenceng dan sering ga inget waktu. Kadang jam 11 malem dia setel musik kenceng, dan lebih koplaknya lagi dia nyanyi juga dengan suara yang lebih pantas disebut dengan teriak.

Udah sekitar dua bulan kosan yang posisinya paling pojok di blok kosan gw ini di isi sama mahasiswa kampus gw juga. Tadinya sih yang ngisi karyawan salah satu provider seluler jadi suasananya cukup tenang , palingan sesekali kalo temennya dateng baru deh agak berisik gak beda jauhlah sama kami.Orangnya baik dan sopan, kalo mau ngeluarin motor dia akan minta tolong ke gw supaya motor gw digeser dulu. Bahkan pernah kami dikasih blackforest pas dia ulang tahun. Sekarang ini, kayak yang tadi udah gw bilang udah sekitar dua bulan ini kosan itu diisi sama mahasiswa yang enggak jelas kehidupannya. Hampir sepanjang hari kosan itu berisik karena suara mereka teriak pas maen game. Sesekali mereka juga ngeluarin kata-kata kotor yang ga layak diucapin sama seorang mahasiswa. Lebih parahnya lagi mereka bisa bertahan sampe jam 3 pagi untuk berkelakuan kayak gitu.

Sebenernya ibu kos udah ngasih tau aturan yang berlaku sebelum mereka ngekos disini, salah satunya adalah dilarang bawa perempuan malam hari dan dilarang berisik setelah jam 10 malem. Tapi memang sepertinya mereka ini nggak paham bahasa Indonesia jadi ya gitu deh kelakuannya. Sempet terlintas untuk ngelaporin kelakuan mereka ini ke ibu kos, tapi kami ga mau malah jadi sumber keributan. Takut ? No, sama sekali gw ga takut sama mereka. Lagipula gw yakin ibu kos udah sadar sama kelakuan dia ini, secara beliau tinggalnya juga ga jauh dari kosan kami, pasti taulah kegaduhan mereka ini. Jadi gw serahkan sepenuhnya sama beliau tentang apa yang mau beliau lakukan..

Apa yang terjadi di lingkungan kosan gw memang bukanlah hal yang asing. Banyak kosan yang begitu juga orang-orangnya, tapi bagaimanapun juga berempati sama lingkungan adalah hal yang penting. Ketika kita udah mengganggu hak orang lain untuk tidur tenang itu adalah kebodohan. Kalau mau berisik sepanjang hari kenapa ga tinggal dijalanan aja, adu berisik sama kendaraan, siapa tau menang..

Akhir kata, semoga kita semakin digugah hatinya untuk menghargai hak-hak orang lain.. amin🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s