A History Of God

Kemarin malam ada acara di Metro tv dengan judul Face to Face dengan pembawa acaranya Desi Anwar. Malam itu bintang tamunya adalah Karen Armstrong.

Terus kenapa ??

Oke akan gw jelasin dengan cara gw ya hehe

Karen Armstrong adalah seorang mantan biarawati, dia lahir dan besar di Inggris. Setelah keluar dari lingkungan biarawan dia meneruskan kuliah kemudian menjadi pengajar di Oxford. Namun ketika thesis-nya ditolak oleh penguji dari luar diapun memutuskan untuk meninggalkan dunia akademi sebelum lulus gelar Doktornya.

Setelah menganggur sekian lama diapun mendapat tawaran untuk menulis sebuah catatan dokumenter tentang kehidupan di Santo Paul. Setelah itu barulah seorang Karel Armstrong dikenal sebagai penulis. Meskipun sudah lama baginya telah menginggalkan dunia tersebut. Kemarin beliau sempat berujar, “Pengangguran tidak boleh memilih.” , gw awalnya ketawa pas denger itu, tapi pas diresapi lagi gw paham maksud beliau.🙂

Di talk show itu buku yang menjadi sorot pembicaraan adala buku beliau yang berjudul “A History Of God”. Gw belom pernah baca buku ini padahal tahun pertama terbitnya adalah tahun 1993, disaat gw masih balita. Jadi sangat mahal keterlamabatan gw untuk tahu hal ini, karena buku ini ternyata mengulas tentang Tuhan dipandang dari 3 agama besar di dunia yaitu Kristen, Islam dan Yahudi. Gw sampai sekarang masih sering bingung kalau ada orang yang nanya tentang Tuhan. Paling-paling kalo mentok gw akan jawab, “Tuhan itu ada dimana-mana, tapi kita hanya bisa merasakannya.”
Dari wawancara itu Desi Anwar boleh dibilang mengajukan pertanyaan yang tepat sasaran banget. Persis apa yang mau gw tanya dan ada beberapa pertanyaan yang ga kepikiran untuk ditanya tapi lagi-lagi pas banget.

Memang ga mungkin gw untuk nulis satu persatu apa aja yang ditanya dan dijawab di talk show itu, jadi gw akan membagikan apa yang menurut gw jadi bagian paling penting dari wawancara itu.

1. Religion is talk about compassion. Tapi sayangnya pemimpin agama selalu bicara kebencian. Ex : Uskup yg mengutuk homoseksualitas

Sebuah fakta yang menarik, karena sampai hari inipun hal itu terus terjadi. Pastur di Gereja sering berbicara tentang “Kasih” , tapi di sisi lain Pastur bahkan Uskup sering berbicara tentang kecaman terhadap kaum-kaum tertentu. Lucunya ketika mendengar hal itu umat ikut setuju tanpa terlebih dahulu bertanya pada hati nuraninya, gw ga memungkiri hal itu juga terjadi sama diri gw.

Memang benar sih homoseksualitas menyalahi ajaran Tuhan, tapi apa ga ada cara lain untuk mencegah hal itu ? Pasti ada !
Lucu, ketika saat ini mulai banyak orang yang bisa memperlakukan binatang dengan baik, di saat bersamaan banyak orang yang ga bisa memperlakukan manusia sebagai manusia.

Hal ini bukan cuma untuk kasus homoseksualitas, tentu ini juga berlaku untuk hal-hal lain..

Kalo di Indonesia mungkin kita bisa lihat di Kasus FPI. Sebuah ormas yang boleh dibilang kumpulan orang-orang putus asa. Mereka sering sekali menjadi buah bibir di masyarakat atas ulah-ulah vandalisme mereka. Dengan mengatasnamakan perintah agama mereka menciptakan kerusuhan disana-sini.

Gw sebut mereka sebagai orang putus asa karena memang mereka kayak ga punya pilihan lain dalam menertibkan apa yang mereka sebut sebagai kemaksiatan. Entah udah berapa banyak kerugian yang mereka timbulkan. Mereka selalu menebar kebencian pada target-targetnya. Selain pada hal-hal yang mereka sebut sebagai kemaksiatan, mereka juga secara gamblang menebarkan kebencian pada umat Kristiani. Bahkan parahnya lagi mereka sudah berani menghina Presiden, padahal kan Presiden beragama Islam. FPI sebenarnya bukan bertindak atas nama agama, melainkan atas nafsu.

FPI, sebuah ormas yang tidak mengerti apa itu kasih sayang

Oke kita lanjut kebahasan lain..

2. We want to make a dialogue but we always make an argue. Padahal Socrates sudah bilang dialog terjadi bila kita memposisikan diri tidak tau apa-apa.

Socrates adalah orang pertama yang menemukan istilah “Dialog” jadi kenapa kita melenceng dari esensi dialog itu sendiri ?

Di sekolah, di kampus, di rapat pleno, di sidang paripurna kita sering kali disuguhkan oleh debat berkedok dialog. Hal ini bahkan sudah diajarkan sejak kecil, dan secara gamblang ada semacam pujian bila kita berhasil menang dalam debat.

Dialog sejatinya adalah cara yang dilakukan sekelompok orang untuk menemukan sebuah pemahaman. Bukan untuk mengadu pemahaman dan memaksakan pemahaman itu agar diterima orang lain.

Seketika gw langsung sadar selama ini gw sangat jarang melakukan dialog karena selama ini gw selalu membawa pemahaman gw dan memepertahankannya..

3. Hasset (Ibrani) = Love (English) ; but not only common love, this word meant “Loyalty”

Seringkali kita mendefinisikan Cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan perasaan seorang manusia pada suatu objek. Tapi jauh sebelum kita menemukan definisi itu, ada definisi yang secara jelas menyebutkan bahwa cinta adalah sebuah kesetiaan.

Kesetiaan bukanlah sesuatu yang dimulai, melainkan merupakan sesuatu yang sedang dijalankan. Berbeda dengan definisi cinta yang selama ini kita ketahui. Gw pribadi paling mengikuti definisi cinta menurut Sternberg, dimana didalamnya ada Intimacy, Passion dan Commitment. Tidak ada yang secara jelas menuliskan Loyalty. Ya, mungkin commitment di dalamnya ada loyalty, tapi apa iya ?? hehe

Inilah alasan mengapa penting bagi kita untuk mencintai satu sama lain terutama saat kita berbeda. Agar timbul kesetiaan dalam kehidupan antar umat manusia. Rasanya harmonis saja tidak cukup ketika kita tidak mengutamakan kesetiaan. Kita bisa saja cekcok suatu saat nanti, tapi dengan adanya rasa kesetiaan maka kita akan mengupayakan berbagai cara agar kita bisa bersatu lagi, sepaham lagi dan berjalan bersama lagi.

Mungkin itu dulu yang bisa gw share disini, sekarang gw udah punya bukunya. Nanti kalo udah selesai akan gw review lagi..🙂
history of god

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s