Amerika berusaha hentikan pemerintah Suriah, Salahkah ?

Hari ini saya resah, takut, tapi bingung harus apa..

Sebenarnya sudah sejak sebulan terakhir ini aku mulai resah. Resah karena apa yang terjadi di Suriah, meskipun apa yang terjadi sudah terjadi lebih dari dua tahun lamanya. Pembunuhan masal tejadi dengan senjata biologis yang dilakukan oleh pemerintah mereka sendiri. Bertahun bangsaku diam saja dengan hal itu. Ada yang tidak peduli dan ada pula yang tidak tau harus berbuat apa. Mereka yang tidak peduli kemudian berkata dengan angkuhnya, “Udah deh ga usah ikut campur urusan negeri orang” , ironis sekali mendengarnya. Coba bayangkan tetangga anda meracun anaknya dan anda tau hal itu terjadi, apakah anda diam saja kemudian berkata, “Udah deh ga usah ikut campur rumah tangga orang lain.”

Kejadian ini semakin memilukan ketika perang di Mesir terjadi antara orang yang pro dan kontra dengan Hoesni Mubarak. Bangsaku menunjukan inkonsistensinya, ribuan bahkan jutaan orang menyibukan diri untuk berbondong-bondong ingin segera ke sana dan menjadi relawan. Mengapa saya bilang ini sebagai bentuk inkonsistensi ? Karena Mesir bukanlah bangsa kita, padahal sebelumnya bangsa ini berteriak, “jangan ikut campur urusan negeri orang.”

Disaat bersamaan banyak rakyat di negeri ini sangat membutuhkan uluran bantuan saudaranya sesama penghuni negeri ini. Coba lihat sejenak para korban bencana negeri ini. Pernah terlintas dipikiran saya apakah jangan-jangan Tuhan memang memberikan begitu banyak bencana alam di negeri ini agar orang-orang di negeri ini lebih bisa menolong bangsanya dahulu sebelum membantu negeri atau bangsa lain..

Coba dibayangkan kembali dalam lingkup yang lebih kecil saja.. Suatu ketika adik Anda sakit, kebetulan adik anda ini nakal luar biasa, kemudian saat anda hendak membeli obat di jalan anda bertemu dua orang yang berkelahi sampai akhirnya salah satunya terluka parah karena dipukul benda keras. Apa yang anda lakukan ? Apakah anda menggunakan uang anda untuk mengobati orang yang habis berkelahi tersebut atau uang anda tetap anda pakai untuk mengobati adik anda ?

Kembali lagi ke Suriah…
Kemarin saya lihat di pemberitaan tv, disana diberitakan bahwa Presiden AS, Obama, akhirnya mengambil sikap untuk menyerang pemerintahan Suriah.
Setelah berita itu mulailah bangsaku ini bersuara.. lucu sekali karena kebanyakan orang justru bersuara dengan nada sentimen. Ya, sentimen yang saya maksud adalah sentimen agama..
Muncul kalimat mengutuk dan menghina dengan menyebut USA sebagai negara kafir yang kejam dan sebagainya.. dan sebagainya..

Ngomong-ngomong sampai hari ini saya belum mendapatkan definisi yang jelas untuk kata “kafir” , apakah kafir itu orang yang keluar dari jalan Tuhan ataukah semua orang diluar agama Islam adalah kafir ?
Saya pernah menangis (saat SMP) karena diserang banyak orang dengan menyebut saya kafir..

Dengan bersuaranya segelintir penghuni negeri ini atas sikap Obama maka dipastikan akan banyak suara-suara yang akan menyelipkan aroma-aroma sentimen agama. Entah apa yang menjadi motivasi orang-orang seperti ini.

Saya benci perang, saya benci kekerasan.
Apa yang dilakukan Amerika Serikat lewat perang-perangnya saya tidak pernah suka. Saya bukan pengagum Amerika Serikat, saya bahkan sering jengkel dengan berbagai kebijakan di sana. Tapi untuk kali ini sikap yang diambil pemerintah AS saya rasa perlu didukung.

Loh kok didukung ? Katanya ga suka perang ?

Apa yang dilakukan oleh AS adalah upaya penghentian produksi senjata pemusnah massal. Apa yang dilakukan AS bukanlah perang antara 2 negara yang sedang berselisih, melainkan perang antara 1 pemerintahan kejam melawan banyak negara yang berani. Bahwasanya AS lebih vokal karena mereka punya kemampuan untuk itu. Saya yakin di negeri inipun banyak orang yang sangat membenci dan akan melawan terhadap senjata biologi pemusnah massal, tapi apa yang bisa kita lakukan ? senjata apa yang kita punya untuk melawan ? Apakah pemerintah Suriah akan berhenti hanya dengan kata-kata nasihat dari kita semua ?

Amerika Serikat beserta sekutunya bergerak karena mereka mampu dan mau untuk menghentikan pemerintahan Suriah yang sedemikian kejamnya. Apa yang dilakukan AS bukanlah aksi heroik yang ingin mendapatkan pengakuan dari negara lain sebagai negara super power. Apa yang mereka lakukan adalah respon atas ketakutan mereka sendiri. Mereka takut senjata biologis milik Suriah ini akan menyerang mereka dan seluruh dunia.

Mari kita analogikan lagi ke kasus dengan lingkup yang lebih kecil..

Bayangkan anda tinggal disuatu desa, kemudian anda tau ada sebuah rumah yang didalamnya terdapat seorang bapak yang tiap hari melakukan pembantaian terhadap anak-anaknya. Apa yang dilakukan bapak itu adalah untuk menguji coba apakah dia sudah cukup kuat atau tidak. Anaknya dijadikan samsak tinju oleh bapaknya.. lalu anda tau orang ini suatu saat akan menjadi ancaman orang sekampung, karena anaknya saja dipukul tiap hari hingga babak belur dan mati, apalagi orang lain ??

Lalu orang-orang dikampung anda mulai membicarakan hal ini. Ada yang takut dan hanya sebatas takut tapi tidak berbuat apappun karena memang lemah, lalu ada pula yang bersepakat untuk bersatu menghentikan perbuatan orang itu.

Apa yang dilakukan AS dan sekutu memang akan terlihat mengerikan, tapi itulah yang terbaik untuk saat ini..

Saat saya mengetik tulisan inipun saya masih ingat kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh AS dan sekutu tapi untuk saat ini yang saya takutkan adalah apabila pemerintah Suriah terus begini maka negeri inipun terancam dikemudian hari. Sementara itu negeri saya tidak berbuat apa-apa terhadap kejahatan pemerintah Suriah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s