Bridge Gunadarma For ASEAN Bridge Club Championship 2013

24 November 2013
Sekitar jam 22.30 kami semua sudah kumpul di bandara Soetta terminal 2D untuk bersiap melakukan check in penerbangan Cebu Pacific. Saat melakukan check in kami bertemu dengan rombongan anak-anak yang akan mengikuti lomba olimpiade sains, namun saya sendiri tidak tahu hendak ke negara mana mereka pergi. Senang sekali melihat mereka tampak antusias. Mungkin ini adalah penerbangan pertama mereka ke luar negeri haha.

Saat menunggu boarding suasana berbeda sudah mulai terasa. Beberapa penumpang sudah mulai terdengar berbahasa asing. Sesekali ada yang berbahasa inggris dan sesekali ada yang berbahasa yang sepertinya bahasa Tagalog. Sebenarnya saya sendiri cukup bersyukur akan pergi ke negara yang penduduknya sudah terbiasa berbahasa inggris jadi tidak akan terlalu menyulitkan dibandingkan ke negara lainnya.

Nunggu boarding

Nunggu boarding


25 November 2013
Sekitar pukul 00.30 pesawat kami lepas landas menuju Manila. Saat itu cuaca di Soekarno Hatta cukup baik, tapi diperjalanan kami justru harus menerima kenyataan bahwa langit saat itu sangat tidak bersahabat. Hampir disepanjang perjalanan pesawat yang kami tumpangi diguyur hujan lebat dan angin yang keras. Turbulensi sering kali terjadi dan membuat gw tidak bisa tidur, lain halnya dengan teman-teman lainnya yang bisa tidur pulas, terutama Dave yang duduk bersebelahan dengan gw. Meskipun dia duduk disamping jendela dan bisa melihat kilat dan sayap pesawat yang bergoyang, dia tetap bisa nyenyak.

Satu hal yang menarik selama penerbangan yang menegangkan itu adalah keputusan kapten penerbangan yang sangat jarang menyalakan tanda waspada untuk mengenakan sabuk pengaman. Hal ini membuat penumpang tidak cepat panik selama penerbangan yang menegangkan tersebut.

Pukul 5.40 waktu Manila kami akhirnya tiba di bandara Nino Aquino International Airport. Suasana bandara pagi itu cukup sepi dan lengang, tapi lucunya beberapa ornamen natal sudah terlihat di beberapa sudut bandara itu padahal masih satu bulan lagi menuju natal.
IFIF
Sesaat hendak keluar bandara kami sempat ke loket money changer untuk menukarkan rupiah dengan Piso. Agak mencengangkan karena disana tertulis Rp. 1 = 0,0022 PHP. Dengan kata lain nilai rupiah terhadap Piso adalah 1 : 445 , padahal dalam kurs terbaru harusnya 1 : 280. Akhirnya kami urungkan niat untuk menukarkan rupiah yang kami miliki. Beruntung pelatih kami sudah memiliki uang Piso yang cukup untuk kami, setidaknya 2 hari kedepan.

Menurut beberapa pengalaman teman kami, biaya hidup di Filipina cukup murah dan sejauh ini faktanya memang demikian. Misalnya saja taksi bandara yang mengantarkan kami ke penginapan yang tarifnya hanya 1.200 PHP.

Selama perjalanan menuju hotel kami cukup dikagetkan dengan macetnya kota Manila pagi itu. Mirip dengan Jakarta bahkan pagi itu rasanya Manila jauh lebih parah daripada Jakarta. Kami bisa melihat di kanan-kiri terdapat jalan layang yang baru dibangun, pertanda kota ini sedang berkembang. Kendaraan di Manila juga didominasi dengan kendaraan yang tampak cukup usang atau cukup tua.

Sampai di hotel kami dan selesai melakukan check in kami berkumpul untuk membicarakan rencana kegiatan kami selama beberapa hari kedepan. Sambil berdiskusi, saya coba untuk mencari lubang sakelar untuk me-recharge handphone, tapi sial ternyata bentuk lubang disini berbeda dengan yang ada di Indonesia. Di sini bentuknya pipih, sehingga charger kami tidak bisa terpakai. Untungnya resepsionis masih menyimpan satu adapter yang bisa kami pinjam selama menginap di sini. HANYA SATU haha..

A venue Antel Hotel

A venue Antel Hotel


Selesai berdiskusi kami langsung pergi ke tempat makan. Benar bahwa harga makanan di sini tidak mencekik, padahal saat itu kami makan di restoran cepat saji yang rasa makanannya cukup enak. Selesai makan kami kembali ke hotel dan beristirahat siang.

Menjelang malam hari kami pergi menuju pusat keramaian di Makati Land Mark. Untuk lebih menikmati suasana kota Makati kamipun memutuskan berjalan kaki saja. Jarak antara hotel kami menginap dengan Land Mark tidak terlalu jauh, hanya sekitar 1 km saja.

Kalau mau dibandingkan dengan yang ada di Indonesia, maka Manila adalah Jakarta sedangkan Makati adalah Sudirman. Di Makati kita bisa melihat banyak orang berlalu lalang. Ada yang pulang dan pergi dari kantor tempatnya bekerja, adapula yang hanya sekedar mencuci mata dengan pergi ke mall yang ada disini. Namun dari banyaknya kemiripan itu, banyak sekali perbedaan yang ada. Makati tertata jauh lebih rapih, mulai dari kebersihan sampai tata ruang publiknya yang sangat baik. Saking bersihnya orang-orang disini banyak yang berolah raga disekitar Triangle Ayala Garden.

Triangle Ayala Garden

Triangle Ayala Garden


Oke lanjut lagi ke cerita kami..

Selesai makan malam kami berpisah, sebagian besar pergi ke Resort World, sedangkan gw, Yuni, Bella dan Pelatih kami, Pak Karamoy memutuskan untuk pulang sambil melihat-lihat suasana kota ini di malam hari. Saat mengunjungi salah satu toko buku yang mirip Gramedia kami sempat tertarik untuk membeli beberapa barang, tapi batal karena sepertinya kami bisa mendapatkannya di Jakarta.

Dalam perjalanan menuju hotel, kami juga sempat mengunjungi beberapa money changer, karena uang Piso kami masih sangat sedikit. Money Changer di kota ini boleh dibilang cukup menjamur, pertanda kota ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asing.

Sebelum sampai di hotel kami sempatkan pergi ke super market untuk membeli beberapa cemilan dan minuman untuk di kamar hotel kami masing-masing.

Nyiapin cadangan makanan

Nyiapin cadangan makanan


26 November 2013
Berhubung sebagian besar dari kami malam hari kemarin pergi ke Resort World sampai larut malam, maka kegiatan hari ini dimulai pada siang hari. Kebetulan siang harilah Jeje baru bisa mengantarkan kami kebeberapa tempat tujuan kami. Jeje punya pacar yang adalah orang Filipina, Namanya Francis. Tentunya Jeje lebih tau banyak tempat bagus di sekitar Manila dibanding kami.

Sekitar jam 2 siang kami pergi dari hotel menuju Mall Of Asia. Jeje bilang tempat itu berbatasan langsung dengan Manila Bay dan disitu ada beberapa wahana hiburan. Konon Mall Of Asia adalah salah satu mall terbesar di Asia. Setelah kami lihat sendiri ternyata memang benar bahwa mall ini sangat besar dan luas.

Ada hal yang cukup lucu ketika kami baru sampai di MOA, yaitu antrian panjang didepan toko donat J-CO. Jeje bilang karena di sini J-CO masih lumayan baru dan memang sedang sangat populer di Manila. Hihihi

Ngantri J-Co

Ngantri J-Co

Ngantri J-Co

Ngantri J-Co

Ada hal yang cukup lucu ketika kami baru sampai di MOA, yaitu antrian panjang didepan toko donat J-CO. Jeje bilang karena di sini J-CO masih lumayan baru dan memang sedang sangat populer di Manila. Hihihi

Setelah sedikit menjelajahi bagian dalam mall ini kamipun menuju bagian belakang mall ini yang langsung berbatasan dengan laut. Untuk menuju tepi laut itu kami melewati jembatan layang yang menyuguhkan pemandangan bagus di kanan dan kirinya.

Manila bay

Manila bay

Manila Bay mirip Ancol

Manila Bay mirip Ancol

IFIF

Sepintas kami susuri jalur tepian laut ini mirip sekali dengan Ancol, mungkin memang tempat ini meniru Ancol. Tapi memang tempat ini tidak seramai Ancol, tapi jelas perbedaannya adalah disini jauh lebih bersih dan tertata rapih.

Sebenarnya hal paling favorit ditempat ini adalah pemandangan sunsetnya, tapi sekitar jam 5 sore kami kelupaan dan malah kedalam mall lagi sampai malam.. haha

Oh iya di Manila, sejak pertama kali kami keluar bandara kami sudah disambut dengan ornamen-ornamen natal, padahal masih 1 bulan lagi menuju tanggal 25 Desember. Begitu pula yang kami temui di mall ini, banyak sekali ornamen natal yang membuat suasana bahagia penuh warna yang menghiasi seluruh sudut mall ini.

Jennifer

Jennifer

Di salah satu outlet kami sempat berbinar-binar ngeliat tulisan harga “500 Pesos all item”, kami langsung liat dan coba beberapa pakaian yang bagus menurut kami, rasanya kami ingin borong semuanya. Lalu salah satu dari kami tersadar bahwa maksud tulisan “500 Pesos all item” adalah potongan harganya saja, sedangkan harga aslinya memang sangat mahal hahaha..

Malam menjelang, kami semua menuju Green Belt untuk makan malam. Makanan di kota ini boleh dibilang masih mirip dengan yang ada di Indonesia, hanya saja disini sangat sulit menemui sayur-mayur, hampir semua makanan tidak ada sayur hijaunya. Nah, kebayangkan kondisi digesti perut kami selama di Filipina ? hahaha..

Selesai makan malam gw, Bang Lie & Ka Effi pergi ke Resort World sedangkan yang lainnya pulang ke hotel. Ini adalah untuk pertama kalinya gw pergi ke casino. Dibayangan gw casino itu isinya orang-orang yang main judi sambil mabok-mabokan, eh ternyata salah. Disana orangnya rapih-rapih dan berperangai elit.

Resort World Casino

Resort World Casino

Beberapa yang gw liat cukup mencolok adalah 2 anak muda berwajah arab yang ngeluarin banyak uang untuk main judi, mirip di film-film dewa judi. Sayangnya yang kemarin gw liat adalah dia kalah telak. Ada lagi bapak-bapak yang belakangan gw tau ternyata dia orang Indonesia, nah kalo dia ini justru kebalikannya. Dia menang banyak banget, bahkan dari ofisial meja judi itu langsung mengganti dealer alias bandarnya haha..

Menurut gw konsep tempat perjudian yang “resmi” boleh juga diterapin di Indonesia, dengan syarat yang boleh masuk hanyalah orang asing atau turis dan tempatnya bukan di pusat kota, mungkin bisa dibuatkan di pulau yang cukup jauh dari kota. Sehingga yang datang kesana memang orang yang memang punya banyak uang dan bertujuan untuk mencari kesenangan dari bermain judi. Dengan demikian konsep pariwisata hiburan bisa menarik minat turis asing.

Konsep rumah judi memang akan sulit untuk direalisasikan karena adanya ajaran agama yang melarang perjudian, dan sejujurnya gw pun ga mendukung perjudian tapi kalau untuk kepentingan pariwisata dan menarik wisatawan asing rasanya tidak terlalu masalah. Kemarinpun selama disana gw ga main judi, gw hanya nontonin dan nikmatin hiburan live music jazz yang keren banget.

27 November 2013
Hari ini adalah pembukaan ASEAN Bridge Club Federation 2013. Acara pembukaan dilakukan di Western Plus Antel Hotel. Dalam acara pembukaan itu gw sangat terharu ketika perwakilan dari beberapa negara memberikan sumbangan dana untuk korban bencana angin topan di Filipina. Betapa mulianya tindakan mereka terhadap sesama manusia yang bahkan mereka tidak kenal. :’)

Selesai upacara pembukaan dan makan siang bersama kami beristirahat beberapa jam dan pada jam 14.00 acara dilanjutkan ke pertandingan kategori pasangan. Dari pertandingan hari itu yang berakhir pukul 23.30 waktu Filipina, Gunadarma mendapat 1 medali emas dan 1 medali Perunggu. Sebuah hasil yang pantas rasanya bila mengingat perjuangan saat latihan.
Pair

Gundar Putri

Gundar Putri

Gundar Putri

Gundar Putri

Gundar Putri

Gundar Putri

Tim Gundar Putra

Tim Gundar Putra


28 November 2013
Kami kali ini bermain di kategori Mixed Double kami terbagi menjadi 2 tim. Tim pertama terdiri dari : Endo, Bin, Yuni, Bella, Jenny dan Gerald. Sedangkan tim kedua terdiri dari : Gw, Dave, Effie, Jeje & Thea.
Dari hasil itu tim yang ada gw didalamnya berhasil menjadi yang terbaik di kategori Youth.

29 & 30 November 2013
Pukul 9.30 pertandingan kategori Tim dimulai. Pertandingan dilakukan dengan sistem round robin. Kejar – mengejar skor terjadi dengan ketat, tidak satupun tim yang dominan dalam perebutan tim terbaik.

Di partai Final kedudukan kelasemen berakhir dengan kedudukan Ranking 1. Penguin (Singapura), 2. Gundar Putra (Indonesia), 3. CBLT (Thailand), 4. Gundar Putri (Indonesia) , 5. PTBA Alpha (Filipina), 6. PTBA Beta (Filipina).

Puji Tuhan Tim Gunadarma berhasil meraih medali perak dari kategori paling bergengsi ini. Hasil ini lebih baik dari pencapaian tahun lalu yang hanya menempati peringkat 4 saja. Tentunya dengan hasil ini akan semakin memotivasi kami untuk meningkatkan kemampuan kami agar tahun depan bisa menjadi yang terbaik. Amin..

UG Putra Vs UG putri

UG Putra Vs UG putri


1 Desember 2013
(06.30)
Pagi tiba, gw udah mulai berkemas untuk persiapan langsung pulang seusai pertandingan nanti. Kebetulan tiket pesawat yang gw beli berbeda dengan anggota tim lainnya, dimana gw pulang tanggal 1 Desember sedangkan yang lain pulang tanggal 2 Desember.
Seusai berkemas gw pergi ke kamar Bang Lie & Kak Effi. Kami ngobrol-ngobrol biasa lalu tiba-tiba terbesit ide untuk beli tiket baru supaya gw bisa ikut upacara penutupan malam harinya. Akhirnya kami semua sepakat untuk beli 1 tiket lagi buat gw. Disepakati bahwa gw tanggung 50% harga tiket dan sisanya dari patungan temen-temen hehehe.. thanks guys🙂
(09.20)
Kami kali ini bermain di kategori Swiss Team. Disini pesertanya campur dari beragam usia dan negara asal. Kali ini gw berkolaborasi dengan pemain Filipina bernama Gomma, tapi hasil akhir yang kami raih tidak terlalu memuaskan karena hanya menempati papan bawah kelasemen haha..
(17.30)
Selesai sudah semua pertandingan, gw langsung pergi menuju kamar hotel dan ninggalin temen-temen yg lain untuk sedikit istirahat, kebetulan kepala gw saat itu pusing banget. Selesai tidur sekitar 30 menit gw langsung mandi dan balik lagi ke venue untuk ikutan upacara penutupan.
(19.30)
Acara makan malam dan upacara penutupan dimulai. Hal yang sangat gw suka dari makan malam hari ini adalah gw bisa ngambil banyak sayur, maklum selama di Filipina gw sangat jarang makan sayur haha..
Pemberian piala dan medali dimulai..
Juara 3 Pasangan

Juara 3 Pasangan

Juara 1 Pasangan

Juara 1 Pasangan

UG Putra

UG Putra

Silver Glass Medal

Silver Glass Medal


Selesai pembagian piala kami semua menuju kamar masing-masing lalu beberapa dari kami ada yang memutuskan untuk menghabiskan malam itu dengan berjalan keluar, sementara itu gw memilih untuk istirahat saja sambil membalas pesan yang masuk ke hp, kebetulan cukup banyak pesan yang masuk.

2 Desember 2013
Pagi itu kita semua berencana setelah check out dari hotel akan langsung menghabiskan hari terakhir dengan membeli oleh-oleh. Banyak diantara kami yang belum sempat membeli apapun karena padatnya jadwal tanding dan yang utama adalah harga barang-barang di mall yang memang terasa mahal. Untuk itu kami hari itu pergi ke tempat yang bernama Green Hills.Kami pergi dengan angkot lokal bernama Jeepney dan MRT. Dari luar tempat ini terlihat bagus, mirip mall Taman Anggrek, tapi setelah kami masuk ternyata tempat ini kalau di Indonesia mungkin disebut ITC hahaha.. kami bisa menemui barang-barang dengan harga yang jauh lebih murah daripada yang kami temui di mall di Makati, bahkan kami ditempat ini masih bisa melakukan tawar-menawar hihihi..

ITC Manila

ITC Manila


Naik JeepNey

Naik JeepNey

Ngantri MRT

Ngantri MRT

Beli tiket MRT

Beli tiket MRT

Tikat MRT Manila

Tikat MRT Manila

ITC Manila

Sekitar pukul 16.00 kami pulang menuju hotel untuk kemudian menuju bandara. Sebenarnya pesawat kami terbang pukul 20.55, tapi karena memang kota Manila saat jam sibuk jalanannya macet luar biasa maka kami disarankan oleh resepsionis hotel untuk pergi dari hotel setidaknya pukul 17.00.

Beruntung sekali kami waktu itu tidak terkena macet, sehingga kami hanya butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai bandara Ninoy Aquino International Airport. Proses check in pun berjalan cepat dan lancar. Kemudian kami lanjutkan dengan makan malam ditempat masing-masing sesuai selera dan keuangan masing-masing hahah..

Lucu sekali karna gw untuk pertama kalinya makan di sevel. Sebelumnya gw gak pernah mau makan di sevel Indonesia, karena biasanya sevel selalu menyediakan tempat makan diluar ruangan sehingga banyak debu dan kotoran yang menggangu, belum lagi asap rokok pengunjung lain. Untungnya sevel ini ada didalam bandara, sehingga kebersihan tetap terjaga.

Sevel Di Bandara

Sevel Di Bandara


Sekitar pukul 20.00 kami semua sudah diruang tunggu untuk boarding..
Saat yang lain sibuk dengan dirinya masing-masing gw saat itu masih menyempatkan diri untuk berdoa, mengucapkan terima kasih banyak kepada Tuhan yang sudah memberikan hasil yang baik untuk tim Gunadarma. Besar harapan kami untuk kami bisa ikut turnamen seperti ini lagi tahun depan di Kuala Lumpur – Malaysia. Walau jalannya gak mudah tapi kami pasti akan usahakan. Terutama untuk kejurnas bulan Mei mendatang di kota Manado, semoga kami bisa mempertahankan trofi juara bertahan agar sponsor juga gak ragu untuk bantu.
Sampai jumpa tahun depan di turnamen lainnya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s