Pengalaman Nyari Kerja

Halo semua, udah lama gak cerita disini, kebetulan akhir-akhir ini lagi ada kesibukan yang gak bisa ditinggalin. Terutama ngurusin masalah lamar-melamar kerja.

Sejak tanggal 1 Agustus kemarin akhirnya gw putuskan untuk ngelamar kerja di Jakarta, karena setelah diskusi dengan banyak orang, terutama saudara-saudara dekat, mereka menyarankan gw untuk bertahan disini untuk beberapa tahun supaya saat nanti pulang ke Medan ada bekal pengalaman yang dibawa. Mereka khawatir kalo ke Medan dengan status fresh graduate nantinya akan menyulitkan gw dalam menjalin kepercayaan dengan relasi baru disana, baik untuk berbisnis maupun jadi pegawai di suatu perusahaan.

 

Seminggu pertama sejak mulai ngelamar kerja gw belum dapet panggilan, tapi gw masih biasa aja karena hasrat gw untuk menjadi pegawai memang gak terlalu besar. Dipekan kedua mulai ada panggilan tapi gak semua panggilan gw datengin karena faktor lokasi yang susah gw cari tau.

 

Panggilan tes yang pertama kali gw ikuti adalah di anak perusahaan MNC Group yaitu Okezone.com. Gw melamar sebagai marketing, “loh kok marketing?” , ya betul, saat itu semua lamaran yang gw kirim adalah dengan posisi sebagai marketing. Meskipun secara akademik gw lebih kompeten di bidang psikologi seperti HRD, tapi gw merasa marketing lebih menarik, karena kaitannya sama kemampuan menjalin hubungan interpersonal. Gw merasa akan lebih nyaman kalo bekerja dengan berinteraksi langsung dengan orang lain, bukan sekedar mengamati dan menganalisa lewat data-data.

 

Ada pengalaman menarik ketikan gw mulai lolos di tahap interview, saat disinggung masalah gaji yang diharapkan, gw dengan yakinnya jawab Rp. 4,5 Juta / bulan. Ada interviewer yang kaget dan segera mengakhiri interview, tapi ada pula yang bertanya lebih lanjut tentang mengapa gw minta gaji sedemikian tinggi untuk ukuran fresh graduate. Ketika ditanya gitu, gw jawab bahwa gw butuh menabung setidaknya 2 juta tiap bulannya. Pertimbangannya adalah dengan tingkat inflasi 7% pertahun dan kemungkinan kenaikan gaji 15% pertahun maka untuk memiliki rumah sederhana maka gw butuh tabungan setidaknya 2 juta tiap bulannya dalam jangka waktu 10 tahun. Itupun kalo gw apes gak naik jabatan selama 10 tahun.

 

Mendengar penjelasan gw yang lumayan panjang, kadang interviewer malah bingung. Ada salah satu diantara mereka yang mempertanyakan apakah gw bener lulusan jurusan psikologi atau bukan. Beliau ngerasa bahwa gw berpikir terlalu jauh untuk saat ini.

 

Setelah 2 minggu melamar untuk posisi marketing dan belum ada kesepakatan dengan perusahaan yang udah wawancarai gw, akhirnya gw putuskan untuk nambah area lamaran kerja. Kali ini gw juga melamar untuk posisi HRD, dengan harapan lebih melebarkan peluang. Selain itu gw juga menurunkan sedikit ekspektasi gaji menjadi Rp. 4 juta untuk marketing dan Rp. 3,5 Juta untuk HRD.

 

Pengalaman menarik lain saat wawancara adalah saat gw diwawancara oleh salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan sawit. Waktu itu gw dipanggil untuk wawancara sebagai kandidat HRD. Yang menarik adalah ketika interviewer mulai membaca-baca CV milik gw, dia langsung menuju meja komputer dan membuka halaman facebook milik gw. “Hah, untuk apa ?” ucap gw dalam hati. Ternyata itu adalah cara yang beliau pakai untuk tau kepribadian maupun pemikiran-pemikiran gw. Dia baca status dan balasan komentar yang gw buat. Kira-kira kronologi yang beliau scroll adalah 1 tahun kebelakang.

Setelah sekitar 15 menit sekilas membaca-baca timeline facebook gw, dia mulai bertanya mengapa gw menulis status ini-itu, lalu mengapa gw balas komentar orang lain dengan cara begini-begitu. Bener-bener cara yang unik dan sangat mengejutkan. Untungnya gw bukan orang yang suka mengeluh ataupun berkata kotor di facebook. Menurut beliau orang-orang jaman sekarang lebih jujur kepada facebook-nya daripada kepada orang lain atau bahkan kepada dirinya sendiri. “Well, gw bener-bener takjub dengan cara ini”, So buat temen-temen yang lagi berusaha melamar kerja coba mulai dibersihkan status facebook atau tweet-tweet yang tidak pantas dari timeline kalian. Dari wawancara itu, beliau mengaku sangat tertarik dengan diri gw, tetapi sayang seribu sayang beliau kaget setelah dia tau gw belum pernah ikut magang sebagai tester ataupun admin test psikologi. Beliau bilang perusahaan tersebut tidak punya kelas training untuk pegawai baru, jadi setidaknya calon pegawai harus sudah pernah magang atau sudah punya pengalaman kerja sebelumnya. Beliau janji akan mendiskusikan ini ke atasannya, dan segera memberi kabar tentang diterima atau tidaknya gw di perusahaan itu.

 

 

Tanggal 20 Agustus 2014 adalah hari dimana gw harus ambil keputusan untuk bertahan di iLab atau mundur dan tidak perpanjang kontrak, dan di tanggal yang sama pula gw dipanggil untuk tes dan wawancara di Post Energy Indonesia. Setelah 3 tahun kerja di lab kampus, rasanya udah cukup bagi gw. Udah saatnya gw untuk cari suasana baru dan berkembang di tempat baru.

 

Saat tes psikologi semua terasa biasa aja, gw jawab semua senatural mungkin tanpa manipulasi apapun. Yang menarik justru saat wawancara, karena wawancara dilakukan dengan cara forum group discussion. Jadi kami sesama kandidat HRD bisa saling tau jawaban dari kandidat lain. Saingan gw saat itu adalah orang-orang yang sudah punya pengalama kerja, tentu hal tersebut sangat membuat gw sedikit inferior, tapi emang dasarnya gw gak takut sama siapapun, jadi tiap menjawab pertanyaan gw jawab sesuai hati nurani, dan tidak terpengaruh dari jawaban peserta lain. Setelah tes gw cuma bisa berdoa. Entah kenapa ada antusiasme tersendiri ketika gw masuk gedung kantornya, ada perasaan yang kuat, yang mengatakan bahwa gw harus masuk tempat ini.

 

Sambil menunggu panggilan interview di tempat lain, gw coba diskusiin ke temen-temen yang gw percaya bisa bantu kasih pencerahan mengenai langkah-langkah yang harus gw tempuh. Salah satu sahabat gw, Aji namanya, menyarankan gw untuk ikut training aja terlebih dahulu. Kebetulan beberapa hari sebelumnya gw ditelepon oleh salah satu perusahaan Tv berbayar untuk ikut trainingnya sebagai HRD. Sempat ragu untuk ikut, karena situasinya keuangan gw sudah benar-benar menipis. Apa jadinya hidup gw kalo hanya mengikuti training aja. Tapi pada akhirnya gw putuskan akan ikut training yang akan dimulai mulai tanggal 26 Agustus 2014.

 

Minggu tanggal 24 Agustus 2014, saat sebelum dan setelah misa di gereja gw, siapkan diri gw untuk berdoa dan meminta sama Tuhan agar gw segera dapet kerjaan yang baik.

 

Tanggal 25 Agustus 2014, jam 11.00 gw ditelepon oleh Post Energy Indonesia, diberitahukan bahwa gw diterima diperusahaan itu, dan dipersilahkan untuk mulai bekerja esok harinya. Jujur aja seketika itu juga gw seneng banget, karena harapan gw saat interview dikabulkan oleh Tuhan. Yang menariknya lagi adalah gw diterima diperusahaan itu sebagai Management Trainee, meskipun gw melamar sebagai HRD. Gw langsung kasih kabar ke keluarga gw, terutama Mama. Saat itu Mama seneng banget karena akhirnya gw diterima kerja.

 

Dihari bersamaan, saat pulang dari Sport Center kampus, tepatnya saat perjalanan pulang naik kereta ada perusahaan makanan siap saji yang juga menelepon gw dan bilang ingin mengundang gw untuk interview langsung dengan owner untuk membicarakan gaji dan kalau sepakat akan langsung membicarakan kontrak kerja. Beliau minta gw dateng hari rabu tanggal 27 Agustus 2014. Saat itu gw jawab bahwa gw gak bisa dateng karena sudah diterima bekerja di perusahaan lain. Gak lama berselang juga ada telepon dari perusahaan pengadaan alat berat yang mengundang gw untuk hal yang sama tapi untuk posisi marketing, dan saat itu gw memberikan jawaban yang sama seperti kepada perusahaan makanan siap saji. Betapa beruntungnya gw dalam 1 hari ada 3 perusahaan besar yang menyatakan gw diterima. Pilihan gw pada PEI tidak lain dan tidak bukan karena PEI lebih dahulu menghubungi gw. Walaupun mungkin tawaran gaji dari perusahaan lain bisa jadi lebih menggiurkan, tapi hati dan pikiran gw sudah menentukan.

 

Tanggal 26 Agustus 2014, adalah hari pertama gw mulai bekerja. Ada 2 orang lain yang hari itu juga mulai bekerja, hanya saja beda departemen dengan gw. Yang pertama adalah Zakia dan kedua adalah Yanita. Kami diberikan briefing singkat oleh manajer tentang jabatan dan job desc kami. Lalu kami bertiga diperkenalkan kepada pegawai lain, kami bersalaman dengan seluruh karyawan, baik di lantai 8 maupun lantai 10. Kesan pertama hari itu sangat menyenangkan karena mereka semua ramah dan tidak kaku. Di hari pertama aja gw udah diajak bercanda dengan beberapa rekan di kantor itu.

 

Hal yang menarik adalah ketika manajer kami, Pak Candra, mengatakan bahwa di perusahaan ini belum pernah ada jabatan Management Trainee, artinya gw adalah orang pertama di perusahaan ini yang menjabat MT. Mendengar kata MT, pasti orang akan berpikir tentang kurikulum perusahaan untuk mendidik karyawan MT agar paham dengan kondisi dan kehidupan perusahaan secara menyeluruh, untuk nantinya bisa menjabat sebagai manajer di salah satu departemen. Tapi yang terjadi disini sedikit berbeda.

 

Berhubung ini adalah kali pertama ada karyawan yang diterima sebagai MT maka gambaran kurikulum yang harusnya diberikanpun masih dalam proses penggodokan oleh Pak Candra. Untuk menyiasatinya, Pak Candra langsung menempatkan gw di departemen GA, dengan kata lain gw langsung masuk ke tahapan yang biasa disebut On The Job Training (OJT). Selama di GA, gw akan dibimbing oleh 3 senior GA, mereka adalah Pak Kiandi, Pak Tommy dan Pak Wone. Sejauh ini gw memiliki tugas dan fungsi yang berafiliasi langsung dengan seluruh departemen. Fokus gw adalah dalam hal human service dan Corporate Asset Checking. Lewat tugas ini akhirnya gw tau sejauh mana perusahaan PEI ini perannya dalam industri dan jasa migas di Indonesia. Ternyata perusahaan ini berafiliasi langsung dengan PT Pertamina dan PT KAI. Sungguh ini adalah dunia yang sama sekali gak ada dibayangan gw sebelumnya.

 

Untuk menjalankan tugas-tugas gw selama bekerja di sini, gw dibekali 1 buah laptop dan bebas menggunakan semua fasilitas kantor.

 

Keuntungan bagi gw bekerja di sini adalah lokasinya yang strategis dekat dengan apapun. Kantor gw berlokasi di Plasa Permata, di jalan M.H. Thamrin. Yang paling gw syukuri adalah lokasinya dekat dengan stasiun kereta Tanah Abang, jadi gw bisa terhindar dari kemacetan Jakarta yang udah melegenda. Gw cuma butuh waktu 30 – 45 menit untuk nyampe lokasi.

 

Hal lain yang semakin membuat hati gw senang adalah ketika dalam meeting suara gw juga dijadikan pertimbangan, meskipun baru seminggu kerja di sini, gw sudah dipercaya dalam hal merekomendasikan pengadaan alat kantor yang harganya bukan cuma sejuta dua juta. Pemberian kepercayaan ini nilainya sama kayak penghargaan yang besar banget bagi gw.

 

Hari jumat kemarin, Pak Candra juga sempat minta tolong gw membuat desain tempat duduk ruang kantor besar, sayang seribu sayang gw belum pernah belajar hal itu jadi gw belum bisa menyanggupi permintaan Pak Candra, tapi meskipun begitu Pak Candra sama sekali gak kecewa, dia bilang begini ke gw, “Santai aja Ber, kerjain aja yang lain dulu”.

 

Tuntutan untuk bisa banyak hal ini bagi gw adalah sebuah tantangan yang sangat menarik, gw gak boleh bilang ke diri gw bahwa gw gak bisa. Seperti yang dibilang salah satu supervisor di kantor gw, Bu Riri, “Kamu dipilih jadi MT, pasti karena Pak Candra liat kamu punya something.”

 

Thanks God, for everything You’ve given to me.

5 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s