5 Bulan meninggalkan – 5 bulan bersama

waiting room keren :)

iLab Team

pei

Hari ini tepat 5 bulan lalu gw meninggalkan iLab. Tempat yang memberikan begitu banyak kenangan indah.

Disini ketemu temen-temen yang pinter dan kocak

Disini ketemu mahasiswa yang menyebalkan sekaligus menyenangkan

Disini gw bisa sangat disegani

Disini gw bisa sangat dihormati

Disin gw bisa sangat dihargai

Disini gw bisa sangat dicintai

Yang paling utama adalah disini gw bisa jadi diri sendiri

Bukannya gak bisa “move on”, tapi memang apa yang ada di iLab selalu membawa kenangan manis. Beberapa mahasiswa yang punya nomor hp gw masih sering menghubungi dan kadang bilang pengen gw balik lagi kesana, setidaknya datang sesekali untuk ngeliatin mereka praktikum. Mereka cuma mau ngerasa aman aja saat praktikum, dalam artian gak canggung kalo mau nanya materi praktikum. Sebenernya hal itu juga kadang terlintas dipikiran gw, tapi apa daya situasinya sudah berubah.😦

Sekarang gw bertugas di Post Energy Indonesia sebagai orang yang boleh dibilang “ban serep” atau bahasa kerennya “Super Sub”. Kenapa gw bilang begitu ? Karena apa yang gw kerjakan lebih banyak sebagai back-up disaat rekan lain tidak bisa mengerjakannya, jadi memang boleh dibilang kerjaan gw campur aduk. Tapi secara khusus gw adalah pemain tunggal yang ditunjuk manajemen untuk project asset perusahaan. Sedih karena gw kehilangan banyak waktu untuk melakukan hal lain di luar kerjaan kantor, bahkan gw sudah tidak pernah latihan bridge lagi. Jalan-jalan ke luar kota sama temen udah nggak pernah, bahkan ngumpul aja belom tentu sebulan sekali bisa.

Tapi dibalik kesedihan itu banyak hal yang sangat gw syukuri sejak masuk di perusahaan ini.

Bisa dikenal sama semua karyawan, bahkan Presiden Direkturpun kenal

Bisa dapet ilmu dari rekan-rekan di bidangnya masing-masing yang jauh dari kemampuan dasar gw

Bisa dapet fasilitas kantor yang sangat baik

Dan yang paling utama adalah gw sering dimintai tolong untuk mengerjakan ini dan itu ketika rekan lain kebingungan, ini artinya gw dipercaya mereka. Hal inilah yang bikin gw bertahan, perasaan memiliki peran.

Setiap orang punya fungsi tapi gak semua orang punya peran. Fungsi tiap orang bisa digantikan, tetapi peran tidak pernah bisa digantikan oleh siapapun. Contohnya seorang Ayah. Fungsi Ayah adalah menafkahi dan melindungi keluarga, dan hal ini bisa digantikan oleh siapa saja. Lain halnya dengan peran Ayah sebagai simbol keluarga yang menjadikannya panutan dalam keluarga. Maka ketika sosok Ayah itu pergi maka tidak akan ada yang  bisa menggantikan perannya.

Sama seperti yang sudah-sudah, gw akan melakukan yang terbaik yang gw bisa dimanapun dan kapanpun.

Warm Regard

Usber Manurung

2 responses

  1. Sebelumnya maaf bapak,membaca cerita di atas saya ingin mencoba untuk melamar di PT PEI, bagaimana caranya ya pak? Saya sudah membuka situsnya tetapi tidak ada laman aplikasi online ataupun email hrd. Terimakasih atas atensinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s